Segala macam info dan berita tentang studi di kota Madinah dan Ikatan Keluaga Pondok Modern Gontor Cab. Madinah

Jumat, 01 Maret 2019

13 Wisudawan Alumni Gontor Ikuti Wisuda ke-55 Universitas Islam Madinah




     Madinah- Universitas Islam Madinah (UIM) pada Rabu malam (27/2) mengadakan wisuda periode ke-55 tahun 1439-1440. Diantara 150 wisudawan Indonesia, 13 diantaranya adalah alumni Gontor. Mereka adalah Muhammad Nishfullail, alumni Gontor angkatan 2005, S2 jurusan Fiqh; Husni Dzahaby, 2010, S1; Mohamad Iqbal Fatryo Putra, 2011, S1; Dani Ajrian Muchlasin, 2011, S1; Saukani Harahap, 2011, S1; Fadlurrahman Imam Sobari, 2011, S1; Muhammad Salim Khalili, 2011, S1; Abdul Hamid Raharjo, 2011, S1; Eko Kholistio Putro, 2012, S1; Abdul Khoir Rahmat, 2012, S1; Bambang Ridlo Pambudi Utomo, 2012, S1; Azka Islami, 2013, S1; Rifdy Izdihar Sofwan, 2013, S1. Beberapa diantara mereka tidak mengikuti acara tersebut dikarenakan mendapatkan tiket kembali ke tanah air beberapa hari sebelum acara dilaksanakan.
     Dikutip dari akun resmi Twitter Universitas Islam Madinah para wisudawan tahun ini berjumlah 2.894 wisudawan dari 111 negara. 2.150 diantaranya adalah wisudawan program S1, 105 wisudawan program Diploma, 417 wisudawan program S2, dan 222 wisudawan program S3.

      Wisuda periode ke-55 ini dihadiri oleh Gubernur Madinah, Faishal bin Salman beserta wakilnya Su'ud bin Khalid Al-Faishal. Turut hadir pula Bapak Direktur KMI Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Masyhudi Subari, MA. sebagai tamu VIP beserta Al-Ustadz Tauhid yang merupakan kawan KH. Masyhudi selama kuliah di Universitas Islam Madinah dan di Pakistan. [Azakirf]
Share:

Rabu, 27 Februari 2019

PELANTIKAN KETUA BARU IKPM MADINAH DIHADIRI BAPAK DIREKTUR KMI KH. MASYHUDI SUBARI

Ikrar Ketua Baru IKPM Cab. Madinah Arfeddin Hamas Khosyatulloh (kanan) dan Muhammad Arif Muhajir (kiri)

MADINAH—Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Darussalam Gontor Cabang Madinah kembali mengadakan acara pelantikan ketua baru pada Sabtu (23/2) malam. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan, mengingat moto pondok modern “Mau Dipimpin dan Siap Memimpin” dan “Patah Tumbuh, Hilang Berganti. Belum Patah Sudah Tumbuh, Belum Hilang Sudah Berganti”. Pelantikan ketua baru ini dihadiri bapak direktur KMI, Al-Ustadz KH. Masyhudi Subari, MA. yang pada waktu yang sama sedang berkunjung ke Madinah dalam rangka ibadah umrah. 

Pergantian pengurus ini diadakan di kediaman Al-Ustadz Ahmad Nahid Silmy, salah satu Mahasiswa Universitas Islam Madinah Alumni Gontor  angkatan 2002 yang saat ini sedang menempuh jenjang S3 jurusan Bahasa Arab. 

Kegiatan diawali dengan ramah tamah warga IKPM Madinah selepas shalat Maghrib berjama’ah. Acara inti dimulai selepas shalat Isya’, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Fakhrun Khair, alumni Gontor angkatan 2013 yang membacakan Surat An-Nisa’ ayat 59 dengan riwayat Warsy. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan ketua lama, Abdullathif Ar-Ridha, alumni Gontor angkatan 2012 disambung dengan sambutan perwakilan Majlis Syuro IKPM, Huzaifah Maricar, alumni Gontor angkatan 2007.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Pengurus IKPM lama, dan disambung dengan pelantikan ketua IKPM yang baru, yaitu Arfedin Hamas Khasyatullah, alumni Gontor angkatan 2015 sebagai ketua 1 dan Muhammad Arif Muhajir, alumni Gontor angkatan 2013 sebagaii ketua 2. Dalam sambutannya sebagai ketua baru, Hamas berharap pengurus IKPM yang baru ke depannya dapat bekerja sama satu sama lain.

Setelah pelantikan dan sambutan dari ketua baru, Al-Ustadz Masyhudi memberikan pesan dan nasehat kepada warga IKPM Madinah. Beliau memulai dengan bercerita kehidupannya sebagai mahasiswa di Universitas Islam Madinah selama 4 tahun, dari tahun 1981-1985, kemudian mengingatkan kembali warga IKPM Madinah tentang beberapa filsafat pondok modern, seperti “Ke Madinah, Apa yang Kau Cari?” dan menasehati bahwa apa yang sudah didapatkan selama di Gontor dari cara hidup dan belajar, hendaknya ketika sampai di Madinah ini supaya kembali diterapkan. Beliau juga menyampaikan salam dari Pimpinan Pondok dan beberapa Asatidz senior dan menyampaikan pesan mereka kepada warga IKPM Madinah. Kemudian, beliau mengakhiri nasehatnya dengan membaca doa.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dari pengurus lama kepada Al-Ustadz Masyhudi berupa buku Maqaamaatu-l-Haririy dan dilanjutkan dengan perfotoan bersama warga IKPM.

Oleh: Ilham Akbar Hidayatullah
Pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Fachrun Khoir dengan riwayat Warsy
Penyerahan kenang-kenangan dari IKPM Cab. Madinah
Pengurus lama menyerehakan laporan pertanggungjawaban
Perfotoan bersama setelah acara



Share:

Silaturahim dengan KH. Masyhudi Subari MA. dan Pelantikan Ketua Baru IKPM Cab. Madinah



   IKPMMADINAH.COM-Madinah, Sebuah kehormatan bagi seorang murid apabila dikunjungi oleh gurunya. Seperti itulah perasaan warga IKPM Cabang Madinah ketika bersilaturahim dengan ayahanda KH. Masyhudi Subari, MA -Direktur KMI di Pondok Modern Darussalam Gontor- yang  sedang melaksanakan ibadah umroh, dan sekaligus melantik ketua baru IKPM Cabang Madinah (Arfeddin Hamas Khosyatullah dan Muhammad Arif Muhir) untuk periode 1440-1441 H/ 2019-2020 M, Sabtu malam (23/2) di rumah kediaman al-ustadz Ahmad Nahidl Silmy, MA.

     Dalam kesempatan kali ini, beliau menyapaikan pesan dan nasihat serta pengalaman yang beliau rasakan selama menuntut ilmu di Madinah An-Nabawiyyah. Adapun yang beliau sampaikan kurang lebih tertera dalam poin-poin berikut:
  • Dulu pertama kali saya kesini 26 Desember 1981/Safar 1402. Berangkat dari Gontor di-Allahu Akbar-kan.
  • Ciri khas Gontor, dalam hal apapun pasti persiapan. Selalu ada pengarahan. Yang diarahkan pun sesuai dengan misi yang akan dibawa, waktu pengarahannya tepat, yang mengarahkan pun orang yang tepat, juga punya cara yang tepat.
  • Maka di Gontor tidak ada “Pantang Menyerah” atau “Pantang Tidak Tercapai”. Tidak pernah Gontor mengutus tanpa ‘senjata’, tanpa bekal.
  • Semakin benyak departemen (IKPM) semakin banyak kesempatan untuk berlatih.
  • Batang tubuh IKPM adalah untuk membantu anggota setempat. Fokusnya, IKPM Madinah membantu proses sukses dalam belajar.
  • Dari zaman Trimurti dulu betul bahwa, “Li kulli ro’sin ro’yun”. Berbeda namun tetap berada dalam kebersamaan.
  • Harus pandai siasat dan taktik. Kita harus punya prinsip.
  • Kalau di pondok, “Ke Gontor apa yang kau cari”. Di sini dibalik, “Ke Madinah apa yang kau cari”.
  • Kita disini melebur bersama jadi ukhuwwah. Tapi ada etika yang harus dibawa. Tetap murid harus menghormati guru. Disini saling menguatkan.
  • ‘Baju’ dari rumah tetap ‘dibawa’ tidak apa-apa. Tapi bukan untuk ‘dipamer-pamerkan’.
  • 2012 saya haji, 2013/2014 umroh, tapi baru kali ini kesempatan kumpul sama IKPM.
  • Dulu mukafa’ah 520. Dikurangi dapur 115. Ghoib satu hishoh dikurangi 8 sar.
  • Tahun 1984 ada gelombang jilbab di Indonesia. Disini kami sama pak Hidayat NW mau mengadakan diskusi pakai bahasa Inggris. Akan selalu tetap ada ‘mu’aridh’.
  • Hubungan Madinah-Gontor. Saya masuk alumni mutamayyizin. Salah kalua bangga, karena tanggung jawab makin besar.
  • Semua proses yang baik akan sampai pada target yang diinginkan.
  • Kita tahu bentuk gelas, kalau sudah keluar dari gelas. Kita kenal Madinah itu setelah keluar. Selama di dalam ya ga kenal.
  • Salam dari Bapak Pimpinan dan kepala-kepala Lembaga.
    • Pesan Pak Hasan; “Pandai-pandailah membaca situasi”.“Gerakan itu jelas. Jangan sampai kurang santun, kurang pandai komunikasi.”
    • Pesan Pak Syamsul; “Belajar dengan baik”
    • Pesan Pak Akrim; “Supaya kegiatan-kegiatannya IKPM bias dinikmati”
    • Pesan Pak Amal; “Pulang? Ke Unida!”
  • Tahun 1960, KMI belum punya sanad ilmu. 1963 didirikan PTD, dengan maksud semakin tinggi akademisi gurunya, semakin mampu menjelaskan ilmu pada santri.
  • Serendah-rendah manusia adalah yang ‘yabtaghi tsamanan bi ilmihi
    • Tulislah, sejauh itu yang baik.
    • Kebiasan itu membentuk jiwa.
    • Give, give, give! Tapi ‘faqidu syai’in laa yu’thi

    Oleh: Abdul Latif Ar-Ridho
    Share:

    Senin, 21 Januari 2019

    IKPM Madinah Tour: Badr & Yanbu'




    Foto bersama di padang pasir, Badr

    Oleh: Ibnu Taufiki     

         Bukti kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala berbagai macam adanya. Tak hanya terdapat dalam firman-Nya, ataupun Sunnah nabi-Nya, adapula yang dapat kita temukan diantara makhluk-Nya. Yang dapat kita ketahui dengan bertadabbur serta tafakkur, ketika menjumpai ayat-ayat ciptaan-Nya.

         Keluarga besar IKPM Madinah, berupaya mengajak seluruh anggota keluarga untuk bersama menela'ah kembali ayat-ayat tersebut. Pada hari Jum'at kemarin, rombongan IKPM mengadakan kunjungan ke daerah Badr dan Yanbu'. Setelah Shubuh, tepatnya pukul 07.30 WAS, rombongan bertolak menuju destinasi pertama, Badr. Di dalam bus, Ketua IKPM Madinah kembali mengingatkan, bahwa tujuan dari rihlah ini, adalah untuk bersama menelusuri ayat-ayat kekuasaan Allah. Sehingga dengan itu, bertambahlah keimanan, serta bertambah pula semangat para anggota IKPM dalam menempuh "perjalanan panjang" di kota Madinah. Menuntut ilmu.

         Sepanjang perjalanan, sesekali perwakilan dari asatidz dirosat ulya berdiri di bagian depan bus yang mengantarkan kami menuju tempat yang kami tuju; Menjelaskan tentang sejarah yang terjadi pada tempat tersebut.
        Tempat yang pertama rombongan lewati, adalah Bi'r Rawhaa'. Sumur yang terletak antara Madinah dan Badr, yang mana Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam pernah minum darinya. Dan sampai saat ini, sumur tersebut masih berada di tempatnya, tak lekang oleh zaman.

         Beberapa saat kemudian, rombongan IKPM Madinah tiba di destinasi pertama, Badr. Sejenak rombongan melewati makam para syuhada' Badr. Di dekatnya, terdapat tembok bertuliskan nama para sahabat yang gugur dalam perang tersebut.

         Ust Hudzaifah Maricar, Lc, salah satu Mahasiswa Program Pascasarjana di Universitas Islam Madinah menjelaskan, bahwa perang Badr merupakan salah satu perang besar yang langsung diikuti oleh Baginda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam.

    "Dalam perang ini, Allah menurunkan bala tentara yang tidak terlihat, yakni para malaikat-Nya. Terdapat dalam berbagai riwayat, bahwa beberapa sahabat melihat musuh-musuhnya telah terpotong tangannya, sebelum sahabat tersebut menghujamkan pedangnya. Adapula yang melihat kepala musuh telah terpenggal, sebelum sahabat tersebut menebasnya. MasyaaAllah." Ujar beliau.

    Ust Hudzaifah Maricar, Lc, menjelaskan tentang sejarah perang Badr
      
    Nama-nama syuhada Badr ridwanullahu 'alaihim
     Setelah Badr, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Yanbu', salah satu daerah di Saudi Arabia yang memiliki pantai indah. Di tengah perjalanan, kami meluruskan kaki sejenak di rangkaian gurun pasir. Bersama mendaki bukit pasir yang tak terlalu tinggi, namun cukup membuat segenap rombongan menguras keringat. Kemudian, mengambil beberapa foto, untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju tempat tujuan.

        Sampai di Yanbu', para personel IKPM Madinah langsung bergerak cepat. Tak ingin sia-siakan waktu, masing-masing sudah sibuk dengan kegiatannya. Sebagian besar, sigap menyiapkan alat-alat memasak. Berbagai makanan pun mulai disiapkan. Mulai dari yang digoreng, bakar, bahkan direbus, lengkap berkolaborasi dalam silaturahim kali ini. Tujuannya, agar tadabbur kali ini, dapat mempererat tali ukhuwwah yang telah terjalin antara keluarga besar IKPM Madinah. Sementara itu, teman-teman lainnya, bergerak menuju pantai, memanfaatkan waktu yang ada untuk menghirup vitamin sea yang terhampar sejauh mata memandang.

    Proses memasak dan memanggang ikan
    Tajammu'
    Futsal pantai
         Lepas Maghrib, rombongan keluarga besar IKPM Madinah, kembali bertolak ke kampus tercinta. Di tengah perjalanan pulang, rombongan disuguhi dengan nasehat serta pesan dan kesan dari para mahasiswa senior yang telah menyelesaikan studinya. Yang tak lama lagi, akan kembali ke tanah air. Melanjutkan misi dakwah di negeri Indonesia tercinta.

         "Berbanggalah akan program studi masing-masing. Perdalami pelajaran yang ada disana. Jangan sampai salah alamat. Yang lain di pelajari, dengan melupakan yang ada di prodi. Jangan sampai." Tutur Ust. Bambang Ridho, Lc.

         "Banyak kesan bersama IKPM yang tak kan terlupakan. Kami mohon do'a semoga dapat menambah masa belajar di Madinah." Ungkap ust Abdul Hamid, Lc. Saat ini, sedang menunggu pengumuman kelulusan program diploma di Universitas Islam Madinah.

    Perjalanan kali ini, usai pada pukul 22.30 WAS. Saat bus yang rombongan IKPM tumpangi, sampai dengan selamat di depan gerbang kampus.

         "Alhamdulillah kita dapat berkumpul dalam perjalanan ini. Semoga kita juga dapat berkumpul di surga-Nya suatu saat nanti. Aamiin." Tutur Ust. Abdullatif Ar-Ridha, S. Ag. -ketua Ikatan Keluarga Pondok Modern Darussalam Gontor, cabang Madinah- menutup IKPM Tour tersebut.

    Menikmati air pantai






    Share:

    Sabtu, 08 Desember 2018

    At-Taujihat Wa-l-Irsyadat Menjelang Ujian Akhir Semester

        IKPMMADINAH.COM, Madinah- Sudah menjadi sunnah IKPM Madinah mengadakan perkumpulan sebelum memulai perkuliahan dan sebelum ujian akhir semester. Tujuannya adalah untuk menyampaikan pesan-pesan dan nasihat-nasihat dari asatidz dirosah ulya, dan sebagai sarana untuk saling mengingatkan, serta menguatkan semangat diantara warga IKPM. Acara tersebut dilaksanakan pada Kamis malam (6/12), di depan gedung imadatu-l-qobul wa-t-tasjil.
          Dihadiri oleh 2 orang dari asatidz dirosah ulya dan sejumlah warga IKPM kurang lebih mencapai 35 orang. Diawali dengan makan bersama, kemudian dilanjutkan dengan pesan dan nasihat dari asatidz dirosah ulya yang disampaikan oleh al-ustadz Ahmad Nahid Silmiy, Lc. MA yang sekarang sedang menyelesaikan program doktoralnya di bidang Bahasa Arab -semoga Allah berikan khusnul khatimah- , dan al-ustadz Yusuf Wibisono, Lc. yang sedang menjalankan program masternya di bidang tarikh.
          Adapun pesan dan nasehat yang disampaikan, disimpulkan menjadi berberapa poin, diantaranya:
    • waktu ujian adalah momen terbaik untuk meningkatkan potensi, untuk ta'sil ilm menuntut ilmu dari manba'nya,
    • علوّ الهمة من الإيمان (tingginya keinginan adalah sebagin dari iman), besarnya keinginan itu menentukan hasil. Jadi tujuan harus tinggi, kalau tidak mendapatkan apa yang di tuju, maka akan mendekati tujuan,
    • Luruskan niat tholibul ilm ibadah. Jangan lupa sebelum membaca buku baca basmallah, dan sisipkan doa setelah belajar,
    • Jangan lupa 3; berdoa, minta doa, dan mendoakan,
    • pintar-pintar dalam membagi waktu. Istirahat yang cukup, makan makanan yang cukup yang sehat. Karena kalau badan drop fikiran bisa blank,
    • belajar itu ada perencanaannya, salah satunya dengan peta fikiran untuk robtu-l-maklumat,
    • peraturan perkuliahan semakin ketat, jadi strategi kelulusan harus maksimal, dan persiapan sejak awal,
    • yang mengetahui keadaan diri kita adalah diri sediri, jadi fahamilah dengan baik,
    • santai tapi pasti”, jangan sampai “pasti tapi santai”,
    • kunci kalau mau tinggal lama di Madinah, adalah nilai yang baik,
    • kemampuan kita terbatas, maka jangan lupa berdoa. Jadi mumpung masih di Madinah, maksimalkan dengan baik.
         Acara selesai sekitar pukul 22:00 waktu Saudi, dan diakhiri dengan perfotoan bersama.(Ahmad Zakir)

    Share:

    Rabu, 21 November 2018

    Satu Setengah Tahun Berjalan, Kitab Al-Muqoddimah Al-Hadramiyyah Dikhatamkan

         IKPMMADINAH.COM, Madinah-Kajian Kitab Al-Muqoddimah Al-Hadramiyyah yang rutin diadakan 2 pertemuan setiap minggunya, telah selesai pada Jum'at (16/11) malam. Kajian yang sudah berjalan selama hampir satu setengah tahun ini diampu oleh Al-Ustadz Nisful Lail, Lc, MA salah satu anggota IKPM Madinah yang telah menyelesaikan studi magisternya di UIM beberapa bulan yang lalu.

         Al-Ustadz Nisful Lail menyampaikan ungkapan terimakasih kepada Divisi Keilmuan IKPM Madinah yang menjadi penanggungjawab atas kelancaran kajian mingguan ini. Beliau juga menasehatkan para mahasiswa yang hadir untuk mengulangi pelajaran yang telah dikaji selama ini, guna bekal kembali ke masyarakat dan mampu menjawab permasalahan-permasalahan fiqh yang terjadi di masyarakat.

         Selain itu beliau menyampaikan cara muraja'ah efektif yang beliau dapatkan dari senior beliau, Al-Ustadz Abdullah Nasir Zein ketika beliau masih di Universitas Islam Madinah. "Muraja'ah itu bukan hanya sebelum ujian saja. Tapi setiap malam. Kita buka lagi buku yang sudah dipelajari pada hari itu, kemudian kita baca materi yang akan dipelajari hari esoknya. Kemudian di akhir pekan kita baca lagi materi yang sudah dipelajari minggu itu," nasehat beliau.

         Beliau berharap agar kegiatan seperti ini dapat diteruskan oleh pengurus IKPM, sehingga dapat memberikan manfaat yang luas untuk orang banyak, khususnya warga IKPM.

         Acara tersebut diakhiri dengan ramah tamah masakan khas Indonesia, dan perfotoan bersama. (Ahmad Zakir)
    Perfotoan besama setelah acara

    Ramah tamah masakan khas Indonesia

    Share:

    Sabtu, 20 Oktober 2018

    IKPM Madinah Menggelar Kembali Turnament Sepak Bola



    Madinah, Jumat/19 Oktober 2018. IKPM Madinah menggelar turnamen Futsal IKPM Madinah Cup yang diikuti oleh seluruh anggota IKPM Madinah yang berjumlah sekitar 90 orang. Abdul Lathif Ridlo sebagai ketua IKPM mengatakan,‘’ Turnament ini merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga IKPM terhadap pentingnya kesehatan. Selain itu acara yang telah dilaksanakan kedua kali nya selama tahun ini juga sebagai ajang silaturrahim sekaligus hiburan bagi warga IKPM Madinah’’. Turnamen berjalan begitu meriah, antisipasi warga IKPM yang begitu tinggi membuat acara ini menjadi seru. Ada 4 tim yang berlaga di tournament ini, yaitu: LEGEND (berisikan Mahasiswa IKPM jenjang S3, S2 dan angkatan kedatangan 2014 keatas), SAFARI (terdiri dari Mahasiswa IKPM jenjang S1 angkatan kedatangan 2015 dan 2018), QODAH ( Mahasiswa IKPM kedatangan 2016), dan BUSYRO (Mahasiswa IKPM kedatangan 2017). Draw pertandingan ditentukan dengan system undian di lapangan.
                Laga pertama dimulai pada pukul 07.00  waktu Saudi Arabia dan mempertemukan dua tim yang cukup kuat yaitu QODAH vs BUSYRO, tendangan pinalti yang didapat QODAH menutup pertandingan laga pertama dengan hasil akhir 1-0 untuk kemenangan QODAH. Laga kedua berlangsung dengan mempertemukan tim LAGEND vs SAFARI. Terik matahari yang mulai memanas sedikit menguras tenaga pemain laga kedua ini, dan akhirnya laga kedua dimenangkan oleh tim SAFARI dengan skor 4-1. Kedua tim yang belum bisa memenangkan pertandingan di laga pertama dan kedua yaitu BUSYRO vs LAGEND dipertarungkan untuk merebut juara ke tiga dengan hasil kemenangan diraih oleh BUSYRO. Laga terakhir merupakan pertandingan final yang mempertemukan tim QODAH vs SAFARI. Dua babak pertandingan nampaknya belum cukup untuk kedua tim merebut kemenangan, dengan skor sementara 1-1. Adu pinaltipun menjadi perjuangan terakhir mereka untuk merebutkan kemenangan, dengan 5 penendang masing-masing tim, akhirnya skor akhir pinalti 3-1 untuk kemenangan tim SAFARI.
                Turnament IKPM CUP ini ditutup dengan pembagian hadiah kepada masing-masing pemenang yang diberikan oleh Abdul Lathif Ridlo, Ketua IKPM MADINAH 2017-2018 dan di akhiri dengan sesi foto bersama. (Abiyyu Mahir Ammar- Mahasiswa Fakultas Syariah)











    Share:

    Rabu, 10 Oktober 2018

    Universitas Ummul Qura Membuka Pendaftaran Beasiswa Ma'had Lughoh Tahun Ajaran 1439-1440 H


    IKPMMADINAH.COM, Universitas Ummul Qura membuka pendaftaran Ma'had Lughoh untuk tahun ajaran 1439-1440 H. 


    Universitas yang terletak di Kota Mekkah, Provinsi Mekkah, Kerajaan Arab Saudi ini membuka kembali pendaftaran ma'had lughoh atau program bahasa arab dengan beasiswa penuh dari Kerajaan Arab Saudi.

    Adapun untuk pendaftaran, bisa langsung mengakses web resmi Universitas dengan link dibawah ini:




    Share:

    Minggu, 23 September 2018

    Pererat Ukhuwah dengan Buka Bersama

         IKPMMADINAH.COM, Madinah- Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) cabang Madinah kembali mengadakan buka puasa bersama pada hari Kamis (20/9) bertepatan dengan 10 Muharram 1440 H di kediaman rumah Al-Ustadz Ahmad Nahid Silmiy, Lc. MA.

         Dihadiri oleh Asatidz dirosah ulya, warga IKPM, dan Al-Ustadz Zilfikri -mahasiswa Magister di Pakistan- alumni PM tahun 2006, yang sedang menjalankan tugas sebagai petugas haji 2018, buka puasa ini merupakan sarana untuk mempererat ukhuwah islamiyah, dan ajang untuk bertatap muka, serta saling mengenal antara warga IKPM satu sama lain.
      
       Acara ini dimulai dengan hidangan ringan buka puasa, dilanjutkan dengan shalat Magrib berjamaah, dan diteruskan dengan hidangan berat ala prasmanan dari shohibul bait, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan nasehat dari Asatidz dirosah ulya yang disampaikan oleh Al-Ustadz Muhammad Luthfi, Lc. MA., yang sedang menempuh program doktor di bidang iqtisod di UIM.

         Dalam sambutannya, beliau menyampaikan nasehat lama yang beliau dapatkan dari Al-Ustadz Abdullah Zein, Lc. MA di Madinah, "Ketahui, apa tujuan kita datang kesini? Untuk belajar bukan untuk kerja dan lainnya. Bukan juga untuk berorganisasi. Boleh berorganisasi tapi ingat tujuan awal." 

    "Masuk ke Madinah, kita kosongkan, ikuti semuanya 100%, nanti setelah selesai terserah antum, antum yang menilai. Dan minta hidayah peunjuk dari Allah Ta'ala." sambung beliau. 

         Beliau mengakhiri sambutannya dengan dengan kisah Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Seorang tabi'in gubernur Madinah yang akan dilantik untuk menjadi khalifah Bani Umayyah di Damaskus, Syam, dimana ketika beliau keluar dari Madinah dan telah sampai perbatasan, beliau menghadap Madinah kemudian beliau menangis karena takut kalau beliau termasuk dalam apa yang disebutkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam hadist: 
    "Madinah membersihkan kotorannya seperti tukang besi membersihkan karat-karat besi."

         Acara berlanjut hingga waktu mendekati adzan Isya, dan dilanjutkan dengan sambutan dari Al-Ustadz Ahmad Nahid Silmiy Lc. MA. Beliau berterimakasih kepada yang sudah datang, dan meminta maaf atas kekurangan yang ada. "Semoga Allah Ta'ala memberikan kita taufiq, hidayah, dan inayah sehingga kita bisa istiqomah dalam tholibul ilmi, dan diberi yang terbaik. Kita selalu berusah untuk mengukir prestasi yang sebaik- baiknya di Madinah." Harapan beliau sekaligus menutup acara kali ini.// (azfauzan)
     
    Perfotoan bersama setelah selesai acara

    Share:

    Selasa, 11 September 2018

    SILATURRAHIM WARGA IKPM DENGAN MAHASISWA BARU


         IKPMMADINAH.COM, Madinah- Sabtu (8/9), Segala puji dan puja khadirat Allah subhanahu wata'ala, karena atas berkat rahmat dan hidayahnya, keluarga IKPM cabang Madinah bisa menagdakan silaturrahim pada awal tahun ajaran baru 1440 H setalah menjalani waktu liburan musim panas kurang lebih 3 bulan lamanya, sekaligus penyambutan teman-teman mahasiswa baru alumni Gontor disertai wejangan-wejangan dari ustadz-ustadz dirosah ulya mengenai sikap tolibul ilmi pada masa ajaran baru.
          Alhamdulliah dengan izin-Nya silaturrahim ini dapat berjalan dengan baik, meskipun tidak dihadiri oleh seluruh warga IKPM cabang Madinah karena ada kesibukan disana-sini, namun tidak mengurangi khidmatnya silaturrahim ini yang diadakan di salah satu kamar mahasiswa UIM.
          Dimulai dengan lantunan tilawah suci al-quran yang dilantunkan oleh Fakhrun Khair membuka silaturrahim ini. Semoga Allah menjadikan kita ahli quran. Aamiin. Setelah segar mendengakan lantunan kalam ilahi, silaturrahim dilanjutkan dengan perkenalan keluarga baru yang alhamdulillah bertambah 6 orang. Namun qodarullah 2 mahasiswa lagi masih menyelesaikan pemberkasan di Indonesia, sehingga harus diundur sampai tanggal 17 september 2018. Tidak hanya anak baru, para asatidz dirosah ulya, dan mahasiswa lamapun memperkenalkan dirinya masaing-masing. Setelah perkenalan diri, acara dilanjutkan dengan pengarahan dan wejangan-wejangan dari asatidzah dirosah ulya mengenai pembelajaran dan sikap mahasiswa dalam tahun ajaran baru.

          Beberapa poin nasehat dari asatidz dirosat ulya dalam acara silaturrahim keluarga besar IKPM cabang Madinah:

    1. Al-Ustadz Hudzaifah Muhammad Maricar, Lc
    • Madinah adalah kota suci, tetapi bukan berarti kita secara otomatis menjadi suci, atsar dari shahabah Anas bin Malik radiyallahu 'anhu:
    إن الأرض لا تقدّس أحدا... إنما يقدس المرءَ عملُه
    Maka, kita seyogyanya harus melayakkan sikap di kota suci..
    • Masa-masa awal adalah masa-masa penuh semangat.. justru ketika itulah kita genjot kegiatan kita.. Karena akan datang suatu waktu dimana semangat itu mengendor..
    • Mushahabatul akhyaar.. penting. jangan salah pilih teman.
    • Serendah apapun kita di Madinah, ketika pulang ke Indonesia, masyarakat menganggap kita 'aalim biumuuriddiin. Apa yang sudah kita persiapkan?
    • Nasehat bagi mahasiswa baru, maupun mahasiswa S1 yang lama.. Ta'shil Ilmi. Kalau bukan sekarang, ke depannya keteteran...

    2. Al-Ustadz Azmi Zarkasyi, Lc. MA
    • Kursi yang saat ini kita duduki = mahal, setidaknya hampir 100 ribu riyal  Saudi atau setara 400 juta rupiah diinvestasikan kerajaan untuk membiayai setiap kepala dari kita selama satu tahun. Diharapkan untuk menjadi duta Jami'ah Islamiyyah, diharapkan untuk menjadi du'aat ilallaah
    • Maka sudah seharusnya kita bersyukur, dengan mengamalkan amanah kita..
    • Amanah kita adalah menuntut ilmu, bukan lainnya. Di iqomah sudah tertulis, laa yusmah lil'amal... 
    • Diantara nikmat belajar di Madinah adalah bisa shalat di Masjid Nabawi, di Masjidil Haram serta talaqqi dengan Masyayikh di 2 masjid tersebut, yang pengajarnya adalah profesor yang benar-benar ahli dan mutamakkin dalam ilmu yang diajarkan..
    • Fakultas yang sudah kita belajar di dalamnya, mau tidak mau harus kita cintai.. karena itu adalah hasil dari apa yang sudah kita istikharah-kan dengan Allah, dan buah dari apa yang sudah kita istisyarah-kan dengan pihak yang kita percayai..
    • Fokus dengan apa yang antum tekuni saat ini, dan jangan berhenti sampai antum menjadi yang menonjol di bidang antum..
    • Buat target-target agar segala apa yang akan kita lakukan jelas... Dan tulis! In sya Allah itu menjadi doa
    • Shuhbatul Sholihin, cari mereka, jadikan temanmu, dan perbanyak doa agar istiqamah dan husnul

    3. Al-Ustadz Ahmad Nahid Silmy, Lc. MA
    • Perbarui niat, semua kenangan liburan sudah saatnya untuk ditaruh pada tempatnya.. 
    • Kondisikan suasana belajar, zhahiran wa bathinan.. lengkapi buku-buku muqarrar dari kuliah yang wajib maupun yang penunjang.. persiapan fisik, untuk suasana yang kondusif.
    • Al-Mu'addal at-Tarakumi sejak awal harus dimaksimalkan dan dipertahankan.. 
    • Law of repetation, sesuatu yang kita ulang-ulang perlahan-lahan menjadi kebiasaan/idmaan (candu) yang susah untuk kita terlepas darinya..  orang yang terbiasa mengulang, akan mahir pada bidang itu.
    • Di antara sesuatu yang ana sesali adalah, ketika di awal-awal ana tidak belajar secara detail, sampai ke juz'iyyatnya betul.. akhirnya itupun berpengaruh ketika menulis. maka jangan cuekin kosakata yang ada disatu paraghraf, jangah melewatinya dengan hanya faham madhmunnya, tapi detail. 
    • Kita kuatkan kembali sistem imun kita dari godaan-godaan mahasiswa:
    • Masa muda, Handphone, Duit. Apalagi hp, itu direm dahulu.
    • Saling menasehati, ada teman kita lalai, kita nasehati. Dia menolak? Tetap kita nasehati! Sampai kapan? Sampai ana mati atau anda yang mati!
    • Itu semua tidak cukup dengan shabr, tetapi harus tashabbur!!
    • Perbanyak doa dan saling mendoakan guru-guru kita, Masyayikh kita,, untuk menguatkan qolbun kita, imun kita.
    4. Al-Ustadz Dayu Muhammad Hidayatullah, Lc. MA
    • Perbarui niat.. orang yang senantiasa memperbarui niatnya, samangatnya akan terbarui.
    • Nikmat sekolah di Madinah, mahasiswa baru tidak ada ospek atau pelonco, bahkan menjadi tamu istimewa.. bersyukur.
    • Cari teman yang baik, tidak semua teman di jami'ah membawa kepada kebaikan. Atur waktu sebaik mungkin, disiplin tingkat tinggi.

    5. Al-Ustadz Harsya Bakhtiar, Lc

    • Hadits :
    قَالَ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ : إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا . رواه البخاري
    • Allah sudah memilih kita untuk berada di jalur 'ulama.. Maka, di manakah tempat pengkaderan ulama yang lebih tinggi dari Madinah?
    • Kita sudah di jalur, untuk sampai tujuannya hanya tinggal eksekusi.
    • Nasehat Imam Syafi'i:
    أَخي لَن تَنالَ العِلمَ إِلّا بِسِتَّة، سَأُنبيكَ عَن تَفصيلِها بِبَيانِذَكاءٌ  وَحِرصٌ  وَاِجتِهادٌ 
    Ini sesuatu yang lazim bagi thalibul-'ilmi, kalau tidak paham dalam sekali baca, baca lagi berulang-ulang. kal oyang lain tidur 8 jam, kita tidur 5 jam
    وَدرهم  وَصُحبَةُ أُستاذٍ  وَطولُ زَمانِ 
    Shuhbatu Ustadz, dan Thuluz Zaman, adalah yang istimewa dari Madinah..
    Profesor mana yang bersedia untuk duduk mengajar hampir setiap hari?
    Profesor mana yang benar-benar detail mengajar hingga mungkin untuk menyelesaikan satu buku butuh waktu sekian lama?

    Inilah warisan dari salafussalih dalam sistem menuntut ilmu.

    6. Al-Ustadz Amin Mujahid, Lc

    • Mahfudzat.
    من سار على الدرب وصل
    Ada tiga unsur utama untuk menggapai cita-cita.:
    1. Saara: Usaha yang kita lakukan.
    2. Darb: Jalan atau Planning yang akan kita jalani untuk menggapai cita-cita..
    3. Washala: sampai (tujuan)

    Kalau ada yang khalal (error) salah satu dari 3 ini. Maka, tidak akan pernah sampai di tujuan, atau setidaknya sampai ke tujuan dengan kesusahan dan kepayahan.
    • Kita tadabburi lagi kisah Nabi Musa 'alahissalam dan Nabi Khidir 'alaihissalam..
    Bagiamana Musa,
    Menempuh jarak yang jauh,
    Bersama dengan ghulamnya, ini juga contoh kalau kita harus pilih teman yang baik.
    Dan lain-lain dari Fawaid dari kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir 'alaihimassalam.
    • Tipe teman ada tiga:
    1. - seperti makanan dan minuman, yang selalu dibutuhkan, yang harus ada.
    2. - seperti obat, hanya ketika sedang butuh saja
    3. - seperti racun, yang membawa mudorrot untuk kita
    Share:

    Sabtu, 12 Mei 2018

    Pimpinan Pondok Menyampaikan Pidato Kepondok Modernan pada Acara Silaturahmi IKPM Madinah dengan Jamaah Umroh Gontor

    KH. Syamsul Hadi Abdan menyampaikan pidatonya di hadapan para hadirin

    IKPMMADINAH.COM, IKPM Madinah mengadakan pertemuan dengan Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH.Syamsul Hadi Abdan beserta rombongan jamaah umroh Gontor. Acara diadakan di Kebun Kurma Al-Majeed, Madinah, jum'at (11/18). Acara dibuka dengan ramah tamah bersama dan dilanjutkan dengan pesan dan nasehat dari pak Kyai.

    "Alhamdulillah saya sudah umur 74 tahun tapi masih bisa bertemu dengan anak-anak sekalian, di tempat ini dengan acara yang seistimewa ini," kata KH. Syamsul Hadi Abdan dalam membuka pidatonya di hadapan para hadirin.

    Setelah itu, Pak Kyai memberikan pesan dan nasehat kepada hadirin tentang kepondok modernan. Berikut beberapa petikan dari pidato beliau:

    "Apa yang saya sampaikan tidak lepas dari kepondok modernan. Alhamdulillah semua saja kita ajak bersyukur bahwasanya pondok Gontor selalu berkembang. Dari tahun 1926, meskipun ada hambatan, tapi boleh dikatakan selama 93 tahun ini pondok selalu berkembang.
    Trimurti yang sudah merintis pondok sudah tidak ada. Makanya bisa dikatakan sekarang ini adalah generasi kedua. Dari tahun 1985 sampai sekarang. 
    Sekarang generasi kedua ini hampir habis. Maka dimana-mana pertemuan diberikan wasiat, pesan-pesan tentang nilai-nilai pondok modern. 
    Alhamdulillah sekarang ini, bagaimana dikatakan tidak bersyukur. Dari tahun 1985, Gontor yang ketika itu cuma di Gontor saja, sekarang sudah lebih dari dua puluh ribu santri di 24 tempat, 14 putra dan 7 putri.
    Semoga kami, pimpinan pondok diberi kekuatan dan kesabaran dalam memegang amanah ini.

    Gontor punya maroji' yaitu Panca Jiwa dan juga berpegang teguh selalu dengan Panca Pangka yang semuanya itu harus berjalan. Panca Jangka yang pertama adalah Pendidikan dan Pengajaran, yang kedua Kaderisasi, yang ketiga Khizanatullah, yang keempat Pergedungan, dan yang kelima adalah Kesejahteraan Keluarga.

    Gontor itu diwakafkan. Selain diwakafkan, orang-orang yang mengurus atau pengelola-pengelola itu juga diqakafkan dan sanggup untuk hidup di Gontor.

    Gontor mendidik santri bukan hanya ketika di pondok saja. Meskipun alumninya sudah tidak ada lagi di Gontor, akan tetapi Gontor masih mengawasinya. Ini akan diadakan acara Silatnas seluruh alumni Gontor. Ada juga pertemuan abu sittin yaitu alumni yang sudah berumur lebih dari 60 tahun. Ini merupakan bukti bahwasanya Gontor tetap mengawasi alumni-alumninya.

    Ustadz Syukri sudah 5 tahun lebih sakit, kita doakan bersama supaya lekas sehat. Sejak April kemarin, sudah terhitung 5 tahun sakitnya".

    Di akhir pidatonya, KH. Syamsul Hadi Abdan mengingatkan kepada para mahasiswa agar bersungguh-sungguh dalam belajar dan selalu rendah hati.

    "Terima kasih atas sambutan IKPM cabang Madinah dan kesediaannya mengurus dan membantu tamu-tamu dari Gontor ini. Sebisa mungkin berusaha untuk meneruskan belajar sampai selesai. Walaupun sudah di luar negeri, maka jangan merasa tinggi. Selesaikan belajarnya dengan baik dan jangan ada rasa lebih meskipun ada kelebihan".

    Acara kemudian ditutup dan para jamaah umroh menikmati berbelanja di kebun kurma. (Irfan Azhari)







    Share:

    Official Website Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Cabang Madinah, Saudi Arabia. Diberdayakan oleh Blogger.

    Cari Blog Ini

    13 Wisudawan Alumni Gontor Ikuti Wisuda ke-55 Universitas Islam Madinah

         Madinah- Universitas Islam Madinah (UIM) pada Rabu malam (27/2) mengadakan wisuda periode ke-55 tahun 1439-1440. Diantara 150 w...