Segala macam info dan berita tentang studi di kota Madinah dan Ikatan Keluaga Pondok Modern Gontor Cab. Madinah

Selasa, 11 September 2018

SILATURRAHIM WARGA IKPM DENGAN MAHASISWA BARU


     IKPMMADINAH.COM, Madinah- Sabtu (8/9), Segala puji dan puja khadirat Allah subhanahu wata'ala, karena atas berkat rahmat dan hidayahnya, keluarga IKPM cabang Madinah bisa menagdakan silaturrahim pada awal tahun ajaran baru 1440 H setalah menjalani waktu liburan musim panas kurang lebih 3 bulan lamanya, sekaligus penyambutan teman-teman mahasiswa baru alumni Gontor disertai wejangan-wejangan dari ustadz-ustadz dirosah ulya mengenai sikap tolibul ilmi pada masa ajaran baru.
      Alhamdulliah dengan izin-Nya silaturrahim ini dapat berjalan dengan baik, meskipun tidak dihadiri oleh seluruh warga IKPM cabang Madinah karena ada kesibukan disana-sini, namun tidak mengurangi khidmatnya silaturrahim ini yang diadakan di salah satu kamar mahasiswa UIM.
      Dimulai dengan lantunan tilawah suci al-quran yang dilantunkan oleh Fakhrun Khair membuka silaturrahim ini. Semoga Allah menjadikan kita ahli quran. Aamiin. Setelah segar mendengakan lantunan kalam ilahi, silaturrahim dilanjutkan dengan perkenalan keluarga baru yang alhamdulillah bertambah 6 orang. Namun qodarullah 2 mahasiswa lagi masih menyelesaikan pemberkasan di Indonesia, sehingga harus diundur sampai tanggal 17 september 2018. Tidak hanya anak baru, para asatidz dirosah ulya, dan mahasiswa lamapun memperkenalkan dirinya masaing-masing. Setelah perkenalan diri, acara dilanjutkan dengan pengarahan dan wejangan-wejangan dari asatidzah dirosah ulya mengenai pembelajaran dan sikap mahasiswa dalam tahun ajaran baru.

      Beberapa poin nasehat dari asatidz dirosat ulya dalam acara silaturrahim keluarga besar IKPM cabang Madinah:

1. Al-Ustadz Hudzaifah Muhammad Maricar, Lc
  • Madinah adalah kota suci, tetapi bukan berarti kita secara otomatis menjadi suci, atsar dari shahabah Anas bin Malik radiyallahu 'anhu:
إن الأرض لا تقدّس أحدا... إنما يقدس المرءَ عملُه
Maka, kita seyogyanya harus melayakkan sikap di kota suci..
  • Masa-masa awal adalah masa-masa penuh semangat.. justru ketika itulah kita genjot kegiatan kita.. Karena akan datang suatu waktu dimana semangat itu mengendor..
  • Mushahabatul akhyaar.. penting. jangan salah pilih teman.
  • Serendah apapun kita di Madinah, ketika pulang ke Indonesia, masyarakat menganggap kita 'aalim biumuuriddiin. Apa yang sudah kita persiapkan?
  • Nasehat bagi mahasiswa baru, maupun mahasiswa S1 yang lama.. Ta'shil Ilmi. Kalau bukan sekarang, ke depannya keteteran...

2. Al-Ustadz Azmi Zarkasyi, Lc. MA
  • Kursi yang saat ini kita duduki = mahal, setidaknya hampir 100 ribu riyal  Saudi atau setara 400 juta rupiah diinvestasikan kerajaan untuk membiayai setiap kepala dari kita selama satu tahun. Diharapkan untuk menjadi duta Jami'ah Islamiyyah, diharapkan untuk menjadi du'aat ilallaah
  • Maka sudah seharusnya kita bersyukur, dengan mengamalkan amanah kita..
  • Amanah kita adalah menuntut ilmu, bukan lainnya. Di iqomah sudah tertulis, laa yusmah lil'amal... 
  • Diantara nikmat belajar di Madinah adalah bisa shalat di Masjid Nabawi, di Masjidil Haram serta talaqqi dengan Masyayikh di 2 masjid tersebut, yang pengajarnya adalah profesor yang benar-benar ahli dan mutamakkin dalam ilmu yang diajarkan..
  • Fakultas yang sudah kita belajar di dalamnya, mau tidak mau harus kita cintai.. karena itu adalah hasil dari apa yang sudah kita istikharah-kan dengan Allah, dan buah dari apa yang sudah kita istisyarah-kan dengan pihak yang kita percayai..
  • Fokus dengan apa yang antum tekuni saat ini, dan jangan berhenti sampai antum menjadi yang menonjol di bidang antum..
  • Buat target-target agar segala apa yang akan kita lakukan jelas... Dan tulis! In sya Allah itu menjadi doa
  • Shuhbatul Sholihin, cari mereka, jadikan temanmu, dan perbanyak doa agar istiqamah dan husnul

3. Al-Ustadz Ahmad Nahid Silmy, Lc. MA
  • Perbarui niat, semua kenangan liburan sudah saatnya untuk ditaruh pada tempatnya.. 
  • Kondisikan suasana belajar, zhahiran wa bathinan.. lengkapi buku-buku muqarrar dari kuliah yang wajib maupun yang penunjang.. persiapan fisik, untuk suasana yang kondusif.
  • Al-Mu'addal at-Tarakumi sejak awal harus dimaksimalkan dan dipertahankan.. 
  • Law of repetation, sesuatu yang kita ulang-ulang perlahan-lahan menjadi kebiasaan/idmaan (candu) yang susah untuk kita terlepas darinya..  orang yang terbiasa mengulang, akan mahir pada bidang itu.
  • Di antara sesuatu yang ana sesali adalah, ketika di awal-awal ana tidak belajar secara detail, sampai ke juz'iyyatnya betul.. akhirnya itupun berpengaruh ketika menulis. maka jangan cuekin kosakata yang ada disatu paraghraf, jangah melewatinya dengan hanya faham madhmunnya, tapi detail. 
  • Kita kuatkan kembali sistem imun kita dari godaan-godaan mahasiswa:
  • Masa muda, Handphone, Duit. Apalagi hp, itu direm dahulu.
  • Saling menasehati, ada teman kita lalai, kita nasehati. Dia menolak? Tetap kita nasehati! Sampai kapan? Sampai ana mati atau anda yang mati!
  • Itu semua tidak cukup dengan shabr, tetapi harus tashabbur!!
  • Perbanyak doa dan saling mendoakan guru-guru kita, Masyayikh kita,, untuk menguatkan qolbun kita, imun kita.
4. Al-Ustadz Dayu Muhammad Hidayatullah, Lc. MA
  • Perbarui niat.. orang yang senantiasa memperbarui niatnya, samangatnya akan terbarui.
  • Nikmat sekolah di Madinah, mahasiswa baru tidak ada ospek atau pelonco, bahkan menjadi tamu istimewa.. bersyukur.
  • Cari teman yang baik, tidak semua teman di jami'ah membawa kepada kebaikan. Atur waktu sebaik mungkin, disiplin tingkat tinggi.

5. Al-Ustadz Harsya Bakhtiar, Lc

  • Hadits :
قَالَ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ : إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا . رواه البخاري
  • Allah sudah memilih kita untuk berada di jalur 'ulama.. Maka, di manakah tempat pengkaderan ulama yang lebih tinggi dari Madinah?
  • Kita sudah di jalur, untuk sampai tujuannya hanya tinggal eksekusi.
  • Nasehat Imam Syafi'i:
أَخي لَن تَنالَ العِلمَ إِلّا بِسِتَّة، سَأُنبيكَ عَن تَفصيلِها بِبَيانِذَكاءٌ  وَحِرصٌ  وَاِجتِهادٌ 
Ini sesuatu yang lazim bagi thalibul-'ilmi, kalau tidak paham dalam sekali baca, baca lagi berulang-ulang. kal oyang lain tidur 8 jam, kita tidur 5 jam
وَدرهم  وَصُحبَةُ أُستاذٍ  وَطولُ زَمانِ 
Shuhbatu Ustadz, dan Thuluz Zaman, adalah yang istimewa dari Madinah..
Profesor mana yang bersedia untuk duduk mengajar hampir setiap hari?
Profesor mana yang benar-benar detail mengajar hingga mungkin untuk menyelesaikan satu buku butuh waktu sekian lama?

Inilah warisan dari salafussalih dalam sistem menuntut ilmu.

6. Al-Ustadz Amin Mujahid, Lc

  • Mahfudzat.
من سار على الدرب وصل
Ada tiga unsur utama untuk menggapai cita-cita.:
1. Saara: Usaha yang kita lakukan.
2. Darb: Jalan atau Planning yang akan kita jalani untuk menggapai cita-cita..
3. Washala: sampai (tujuan)

Kalau ada yang khalal (error) salah satu dari 3 ini. Maka, tidak akan pernah sampai di tujuan, atau setidaknya sampai ke tujuan dengan kesusahan dan kepayahan.
  • Kita tadabburi lagi kisah Nabi Musa 'alahissalam dan Nabi Khidir 'alaihissalam..
Bagiamana Musa,
Menempuh jarak yang jauh,
Bersama dengan ghulamnya, ini juga contoh kalau kita harus pilih teman yang baik.
Dan lain-lain dari Fawaid dari kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir 'alaihimassalam.
  • Tipe teman ada tiga:
  1. - seperti makanan dan minuman, yang selalu dibutuhkan, yang harus ada.
  2. - seperti obat, hanya ketika sedang butuh saja
  3. - seperti racun, yang membawa mudorrot untuk kita
Share:

Sabtu, 12 Mei 2018

Pimpinan Pondok Menyampaikan Pidato Kepondok Modernan pada Acara Silaturahmi IKPM Madinah dengan Jamaah Umroh Gontor

KH. Syamsul Hadi Abdan menyampaikan pidatonya di hadapan para hadirin

IKPMMADINAH.COM, IKPM Madinah mengadakan pertemuan dengan Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH.Syamsul Hadi Abdan beserta rombongan jamaah umroh Gontor. Acara diadakan di Kebun Kurma Al-Majeed, Madinah, jum'at (11/18). Acara dibuka dengan ramah tamah bersama dan dilanjutkan dengan pesan dan nasehat dari pak Kyai.

"Alhamdulillah saya sudah umur 74 tahun tapi masih bisa bertemu dengan anak-anak sekalian, di tempat ini dengan acara yang seistimewa ini," kata KH. Syamsul Hadi Abdan dalam membuka pidatonya di hadapan para hadirin.

Setelah itu, Pak Kyai memberikan pesan dan nasehat kepada hadirin tentang kepondok modernan. Berikut beberapa petikan dari pidato beliau:

"Apa yang saya sampaikan tidak lepas dari kepondok modernan. Alhamdulillah semua saja kita ajak bersyukur bahwasanya pondok Gontor selalu berkembang. Dari tahun 1926, meskipun ada hambatan, tapi boleh dikatakan selama 93 tahun ini pondok selalu berkembang.
Trimurti yang sudah merintis pondok sudah tidak ada. Makanya bisa dikatakan sekarang ini adalah generasi kedua. Dari tahun 1985 sampai sekarang. 
Sekarang generasi kedua ini hampir habis. Maka dimana-mana pertemuan diberikan wasiat, pesan-pesan tentang nilai-nilai pondok modern. 
Alhamdulillah sekarang ini, bagaimana dikatakan tidak bersyukur. Dari tahun 1985, Gontor yang ketika itu cuma di Gontor saja, sekarang sudah lebih dari dua puluh ribu santri di 24 tempat, 14 putra dan 7 putri.
Semoga kami, pimpinan pondok diberi kekuatan dan kesabaran dalam memegang amanah ini.

Gontor punya maroji' yaitu Panca Jiwa dan juga berpegang teguh selalu dengan Panca Pangka yang semuanya itu harus berjalan. Panca Jangka yang pertama adalah Pendidikan dan Pengajaran, yang kedua Kaderisasi, yang ketiga Khizanatullah, yang keempat Pergedungan, dan yang kelima adalah Kesejahteraan Keluarga.

Gontor itu diwakafkan. Selain diwakafkan, orang-orang yang mengurus atau pengelola-pengelola itu juga diqakafkan dan sanggup untuk hidup di Gontor.

Gontor mendidik santri bukan hanya ketika di pondok saja. Meskipun alumninya sudah tidak ada lagi di Gontor, akan tetapi Gontor masih mengawasinya. Ini akan diadakan acara Silatnas seluruh alumni Gontor. Ada juga pertemuan abu sittin yaitu alumni yang sudah berumur lebih dari 60 tahun. Ini merupakan bukti bahwasanya Gontor tetap mengawasi alumni-alumninya.

Ustadz Syukri sudah 5 tahun lebih sakit, kita doakan bersama supaya lekas sehat. Sejak April kemarin, sudah terhitung 5 tahun sakitnya".

Di akhir pidatonya, KH. Syamsul Hadi Abdan mengingatkan kepada para mahasiswa agar bersungguh-sungguh dalam belajar dan selalu rendah hati.

"Terima kasih atas sambutan IKPM cabang Madinah dan kesediaannya mengurus dan membantu tamu-tamu dari Gontor ini. Sebisa mungkin berusaha untuk meneruskan belajar sampai selesai. Walaupun sudah di luar negeri, maka jangan merasa tinggi. Selesaikan belajarnya dengan baik dan jangan ada rasa lebih meskipun ada kelebihan".

Acara kemudian ditutup dan para jamaah umroh menikmati berbelanja di kebun kurma. (Irfan Azhari)







Share:

Minggu, 22 April 2018

Menguatkan Ukhuwwah Islamiyah, IKPM Madinah Mengadakan Pertemuan dengan Bapak Menteri Agama Republik Indonesia

Bapak Menteri Agama Indonesia beserta IKPM Madinah

Untuk menguatkan nilai ukhuwwah islamiyah, IKPM Madinah mengadakan pertemuan dengan Bapak Menteri Agama Republik Indonesia, bapak Lukman Hakim Saifuddin yang sedang berada di Madinah. Kedatangan beliau ke Arab Saudi kali ini dalam rangka memeriksa persiapan ibadah haji tahun 2018.

"Saya baru tiba disini semalam jam setengah sepuluh. Saya kesini dalam rangka persiapan untuk haji. InsyaAllah nanti habis asar sudah harus ke Mekkah. Mudah-mudahan tahun ini (perhajian) lebih lancar," kata bapak Lukmanul Hakim pada pertemuan di Masjid Nabawi, Ahad pagi (22/04/2018).

Bapak Lukman Hakim Saifuddin memberi wejangan kepada para mahasiswa
Sebagai sesama alumni Gontor, tak lupa beliau memberi wejangan kepada para mahasiswa IKPM Madinah tentang nilai dari pondok "Berdiri di atas dan untuk semua golongan".

"Prinsip Gontor itu 'Berdiri di atas dan untuk semua golongan'. Maka kita harus menjadi pihak yang mampu merangkul dan mengayomi orang-orang. Sehingga kita menjadi pribadi yang arif yang mampu memahami setiap permasalahan  dan perbedaan pendapat selagi bukan masalah principle," pesan beliau. 

Di akhir nasehatnya, beliau mengingatkan para mahasiswa agar menjadi orang yang berilmu dan juga berjiwa arif.

"Kalian akan kembali ke tanah air dan menjadi tokoh dan didengar. Karena Indonesia sangat membutuhkan orang yang berilmu. Di samping berpengetahuan, tapi juga arif," tutup beliau.

Pertemuan ditutup dengan perfotoan bersama di depan Masjid Nabawi. (Irfan Azhari)
Share:

Jumat, 20 April 2018

Pesan dan Nasehat Menjelang Ujian Akhir Semester Universitas Islam Madinah



IKPMMADINAH.COM, Madinah- Guna menambah semangat belajar para mahasiswa, IKPM Madinah mengadakan acara pesan dan nasehat menjelang ujian akhir semester Universitas Islam Madinah, kamis (19/04). Acara diadakan di kediaman ustadz Nahidh Silmi, dan dihadiri oleh beberapa senior dari majlis syuro IKPM dan segenap warga IKPM Madinah. 

Acara diawali dengan ramah tamah dan dilanjutkan dengan pesan dan nasehat dari para senior setelah sholat isya.

Dari pesan dan nasehat para senior, seluruh mahasiswa diharapkan agar senantiasa memanfatkan kesempatan yang mahal ini dengan sebaik mungkin, yaitu menuntut ilmu di kota Nabi. Serta tidak lupa agar terus meningkatkan ibadah dan dzikir, karena sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu.

Acara diakhiri dengan doa dan foto bersama warga IKPM Madinah.  (Irfan Azhari)

Share:

Minggu, 01 April 2018

IKPM Madinah Mengadakan Rihlah Tathbiqiyyah Maidaniyyah Situs Sejarah di Kota Madinah

IKPM Madinah didepan qol'ah Urwah bin Zubair, Madinah, Arab Saudi

IKPMMADINAH.COM, Madinah, IKPM Madinah mengadakan rihlah ke beberapa situs bersejarah kota Madinah. Diadakannya rihlah ini bertujuan untuk praktek lapangan secara langsung atas apa yang telah dipelajari tentang keutamaan-keutamaan kota Madinah berdasarkan hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

"Tujuannya (kegiatan ini) adalah dirosah tathbiqiyyah maidaniyyah atau praktek langsung melihat di lapangan apa yang tertera di kitab fadhoil al-madinah (bab keutamaan-keutamaan kota Madinah) di kitab-kitab hadits," pesan Ahmad Rifqi Viro Siregar selaku penanggung jawab rihlah di kota Madinah, sabtu (31/03/18).

Rihlah kali ini diikuti oleh 45 mahasiswa dan berangkat bersama dari kampus menggunakan satu aramada bis. Beberapa tiitk yang dituju adalah Hamra' Asad, Hamra' Naml, Jabal Burkan, Jabal Sil'ah, Sabikhotul Jurf, batas tanah haram Madinah, dan Masjid Quba'.

Setelah melewati beberapa rangkaian acara rihlah, perjalan ini diakhiri dengan sholat dzuhur di Masjid Quba' dan kemudian kembali ke Universitas Islam Madinah.

Dengan terlaksananya acara rihlah ini, semoga dapat menjadi pelajaran bersama dan mengetahui secara langsung letak situs-situs sejarah kota Madinah. (Irfan Azhari)

Sumur Urwah bin Zubair di Wadi Aqiq dekat qol'ah 

Wadi Aqeeq, Madinah, Arab Saudi
Anggota IKPM di atas bekas lava kering gunung berapi Madinah

IKPM Madinah di depan Jabal Tsaur (salah satu batas tanah haram kota Madinah)


Share:

Selasa, 20 Maret 2018

Sidang Tesis Magister, Ustadz Muhammad Nisful Lail Meraih Predikat Mumtaz Syaraf Ula

Ustadz Muhammad Nisful Lail dalam sidang magisternya, Jurusan Fiqh, Fakultas Syariah

IKPMMADINAH.COM, Madinah, Salah satu senior IKPM Madinah, ustadz Muhammad Nisful Lail, telah menyelesaikan sidang tesis magisternya pagi ini di aula Fakultas Syariah, Universitas Islam Madinah, selasa (20/03).

Dihadapan dosen pembimbing, yaitu Prof. DR. Fahd bin Sulaiman As-Sha'idi dan dua dosen penguji, Prof. DR. Awwadh bin Hilal Al-Umari dan Prof. DR. Abdussalam bin Salim As-Suhaimi, beliau memaparkan tesis berjudul "Pendapat-pendapat yang Dihukumi Syadz dalam Madzhab Syafi'i - Studi Kasus Kolektif".

Sidang berlangsung selama dua jam, dan setelah musyawarah dari dewan penguji, beliau dinyatakan lulus dengan predikat Mumtaz Syaraf Ula (Summa Cum Laude).

Selesai sidang, beliau berpesan kepada segenap mahasiswa agar senantiasa bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

"Ittaqullah fis sirr wal 'alaniyah (Bertaqwalah kepada Allah dalam sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan), kita lagi di tanah yang diberkahi," tegas beliau.

Dan tak lupa beliau juga berpesan agar senantiasa menjaga amanah. "Jalankan amanah ummat yang diberikan kepada kita sebagai utusan pelajar dari Indonesia dengan penuh tanggung jawab. Jangan bosan-bosan dengan istiqomah kita dalam kebaikan," tutup beliau.

Semoga ilmu yang beliau dapatkan diberkahi oleh Allah Subhanahu wa ta'ala dan bermanfaat bagi ummat. (Irfan Azhari)








Share:

Senin, 19 Maret 2018

Penyambutan Anggota IKPM Eropa di Madinah

Ustadz Amru, kedua dari kanan

IKPMMADINAH.COM, Madinah, IKPM Madinah menyambut salah satu anggota IKPM Eropa yaitu ustadz Amru di hotel Rawda Aqeeq Madinah, (10/3).

Dalam pertemuan yang singkat itu beliau sedikit bercerita tentang pengalaman belajar di Jerman, yang mana beliau berkesempatan melanjutkan pendidikan jenjang doktoral di sana. Selain belajar, beliau juga berperan aktif dalam berdakwah. 

Beliau juga berpesan bahwa alumni Gontor sudah tersebar di berbagai negara, termasuk Eropa. Mereka tergabung dalam Ikatan Keluarga Pondok Modern cabang Eropa. Dengan pertemuan ini, diharapkan dapat mempererat dan menjunjung tinggi nilai ukhuwah islamiyah yang sudah diajarkan di Gontor. (Irfan Azhari)
Share:

Minggu, 18 Maret 2018

IKPM Madinah Cup 2018


IKPM Madinah

IKPMMADINAH.COM - Madinah, IKPM Madinah mengadakan turnamen sepak bola antar angkatan. Acara yang merupakan inisiatif dari Divisi Olahraga ini berlangsung di lapangan bola Wadi Aqeeq Madinah, Jum'at (16/3).

Hadir dalam turnamen seluruh warga IKPM Madinah yang kemudian dibagi menjadi empat tim. Pertama angkatan 2002-2011 (Legend), kedua angkatan 2012 (General), ketiga angkatan 2013 (Admiral) dan yang keempat angkatan 2014-2015 (Golden Boys).

Tim Legend membuka pertandingan dengan melawan tim General yang kemudian dilanjutkan dengan adu penalti dikarenakan hasil imbang 2-2. Tim Legend akhirnya memperoleh kemenangan dengan skor penalti 3-2. 

Pertandingan dilanjutkan dengan tim Admiral melawan tim Golden Boys. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor masih bertahan imbang 2-2 dan pada akhirnya pertandingan dilanjutkan dengan adu penalti. Tim Admiral berhak untuk menuju partai final, setelah mampu membekuk tim Golden Boys dengan skor penalti 2-0.

Partai final yang ditunggu-tunggu pun tiba dimana tim Legend harus berhadapan dengan tim Admiral. 

Pertandingan berlangsung sangat sengit hingga berakhir dengan skor imbang 2-2. Kemudian wasit memutuskan untuk memberi waktu tambahan sepuluh menit. Muhajir (2013) mencetak gol untuk tim Admiral dan merubah skor menjadi 3-2. Tak cukup sampai disitu, tiga menit kemudian ia kembali menendang bola dengan kaki kirinya hingga bola melesat ke pojok gawang dan pertandingan berakhir 4-2 untuk kemenangan tim Admiral.

Dengan ini, tim Admiral (2013) keluar menjadi juara Turnamen IKPM Madinah.

Acara diakhiri dengan perfotoan bersama warga IKPM Madinah. (Irfan Azhari)


Legend Team 
General Team



Admiral Team

Golden Boys Team

Juara 1

Juara 2


Share:

Minggu, 11 Maret 2018

Kajian Hadis Bersama Ustadz Dr. Zainuddin MZ


Sabtu, 10 Maret 2018 Divisi Kajian IKPM Madinah mengadakan kajian hadis bersama ustadz Dr. Zainuddin Muhammad Zain. Kajian ini rutin diadakan tiap sabtu malam sebagai perwujudan misi Divisi Kajian, yaitu agar bertambah wawasan dan pengetahuan warga IKPM.
            Kajian Hadis kali ini, yang bertemakan “Dialog interaktif; Pengkajian makna denotatif dalam Hadis” sangat menarik perhatian warga IKPM. Disamping karena kajian ini diampu oleh pakarnya, tema kali ini sangat penting dibahas sebagai sarana memahami hadis.
Dengan tema yang menarik ini, warga IKPM aktif bertanya perihal hal-hal yang belum dipahami sehingga terjadi dialog interaktif antara warga IKPM dan ustadz Zainuddin sebagai pemateri.
            Di antara materi yang dijelaskan oleh ustadz Zainuddin, adalah pentingnya pemahaman hadis scara denotatif, yaitu sebagaimana tekstual hadis. Namun beliau menambahkan, jika suatu hadis tidak memungkinan dipahami secara denotatif, hadis bisa dipahami secara konotatif dengan tetap memperhatikan kaidah-kaidahnya sehingga makna hadis tidak kabur dari substansi asalnya.
            Pada minggu berikutnya, insyaAllah kajian akan dilanjutkan dengan penjelasan cara dan langkah untuk mencari hadis. Sehingga harapannya, warga IKPM dapat memahami cara dan langkah mudah menemukan hadis dan dapat memahami hadis secara komprehensif. (Kenang Nurullah)
Share:

Sabtu, 10 Maret 2018

Pengurus IKPM Madinah Mengadakan Pertandingan Sepak Bola



IKPMMADINAH.COM- Madinah, Pengurus IKPM Madinah periode 2018-2019 mengadakan sepak bola bersama Mahasiswa baru pada Jumat pagi tanggal 9 Maret 2018. Acara yang merupakan inisiatif dari Divisi Olahraga ini diadakan di Lapangan Bola Wadi Aqiq, Madinah. 

Pertandingan tersebut berjalan dengan penuh semangat, mengingat hal ini merupakan kali pertama mereka bermain bersama sejak pelantikan pengurus baru.

Ketua IKPM Madinah, Abdullathif Arridho berpesan bahwa acara ini bertujuan untuk mempererat silaturrahim antara pengurus dengan warga IKPM."tujuan diadakannya pertandingan persahabatan ini selain untuk berolahraga adalah juga untuk mempererat silaturrahim antara pengurus dan warga IKPM,"tegasnya.

Pertandingan berakhir dengan kemenangan pengurus atas mahasiswa baru dengan skor 3-2 .

Untuk rencana selanjutnya akan diadakan sepak bola antar seluruh warga IKPM Madinah, sebagaimana pesan Ketua Divisi Olahraga Syams Ahmad Albanna,"untuk keseluruhan (warga IKPM) insyaAllah segera dan secepat mungkin." 

Dengan berakhirnya pertandingan ini, para pengurus berharap agar nilai ukhuwwah islamiyah yang diajarkan di Gontor tetap diterapkan sampai kapanpun dan di manapun. (Irfan Azhari)
Share:

Cari Blog Ini

Official Website Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Cabang Madinah, Saudi Arabia. Diberdayakan oleh Blogger.

Halaman

SILATURRAHIM WARGA IKPM DENGAN MAHASISWA BARU

     IKPMMADINAH.COM, Madinah- Sabtu (8/9), Segala puji dan puja khadirat Allah subhanahu wata'ala, karena atas berkat rahmat dan h...

Google+ Followers