Segala macam info dan berita tentang studi di kota Madinah dan Ikatan Keluaga Pondok Modern Gontor Cab. Madinah

Senin, 23 Januari 2012

Jejak Khilafah Utsmaniyah di Kota Madinah

Oleh: Admin
 
Khilafah Utsmaniyah Turki ( Dinasti Utsmani/ Ottoman Empire)  merupakan kekhilafahan Islam yang dianggap sebagai kekuatan besar di Eropa Tenggara dan Mediterania Timur. Tidak hanya itu, khilafah ini juga menjadi pusat interaksi antar Barat dan Timur selama enam abad serta menjadi salah satu kekuatan utama dunia dengan angkatan lautnya yang kuat.Berdiri pada tahun 1299 dan berakhir pada 1923 saat terjadi perang dunia pertama. Sebagai kekhilafahan yang besar, Khilafah Utsmaniyah Turki banyak meninggalkan jejak pada wilayah-wilayah bekas kekuasaannya.
Adalah Madinah (al-Madinah al-Munawwarah), kota yang pernah masuk dalam wilayah kekuasaan Khilafah Utsmaniyah masih menyimpan sisa-sisa reruntuhan khilafah ini. Diantaranya yang masih bisa kita jumpai saat ini adalah:


STASIUN KERETA API  HIJAZ
Stasiun Kereta Api Hijaz  adalah stasiun kereta api yang dibangun pada masa Khilafah Usmaniyah Turki. Stasiun ini memiliki jalur yang membentang  antara Damaskus sampai ke Madinah (Arab Saudi). Jalur kereta api ini juga merupakan bagian dari jalur kereta api yang menghubungkan dengan Istanbul-Turki.
Jalur ini dibangun atas perintah Sultan Abdul Hamid II dengan melibatkan 5000 anggota Angkatan Darat serta penduduk sipil. Proyek ini selesai pada tahun 1908 dengan menelan biaya sebesar 16 juta US$ dengan nilai dolar saat itu. Pada awalnya pembangunan jalur ini akan dilanjutkan sampai ke Makkah dan pelabuhan Jedah, namun karena terbentur masalah biaya dan beberapa faktor lainnya, maka jalur ini hanya berakhir sampai Madinah. Tujuan pembangunan jalur kereta api ini adalah untuk memudahkan perjalanan jamaah haji dan untuk menghubungkan wilayah kekuasaan Khilafah Utsmaniyah Turki.



 Tampak interior stasiun




Salah satu gerbong kereta yang masih tersisa



















Stasiun Kereta Api Hijaz pada tahun 1978 M

 






JEMBATAN
Ini adalah jembatan yang dilalui jalur kereta api Hijaz di Madinah melintasi Wadi Aqeeq. Gambar di atas menggambarkan sebagian jembatan terendam dalam air setelah hujan lebat. Saat ini, jembatan ini benar-benar hancur.








MASJID
Masjid al-Anbariah, begitulah orang-orang menyebutnya. masjid yang di bangun pada masa Kekhilafahan Utsmaniyah ini terletak berdekatan dengan Stasiun Kereta Api Hijaz, kuranglebih 1,5 km sebelah barat Masjid Nabawi.








BENTENG
Benteng yang merupakan peninggalan Khilafah Utsmaniyah Turki masih dapat kita jumpai dalam perjalanan menuju Masjid Nabawi melewati bukit Sala.








             Foto oleh: zubeyr kareemun dan sumber lain.

Dan masih ada lagi beberapa peninggalan Khilafah Utsmaniyah di kota ini, seperti yang dapat kita lihat pada beberapa sisi bangunan Masjid Nabawi, baik berupa disain interior  (seperti kaligrafi pada dinding) ataupun eksterior (menara, dll).



sumber: 
  • Mecca-Medina: the Yıldız albums of Sultan Abdülhamid II
  • Arab News
  • Encyclopedia Britannica
  • wikipedia
  • Foto: Zubeyr Kreemun site
Share:

MENGENAL KOTA MADINAH

Oleh: Admin 

Madinah atau Al-Madinah Al-Munawwarah (المدينة المنورة) adalah sebutan bagi sebuah kota yang terletak kuranglebih 600 kilometer sebelah utara kota Makkah. Kota ini merupakan kota suci kedua umat islam setelah kota Makkah dan merupakan pusat dakwah, pengajaran dan pemerintahan pertama Islam. Madinah selalu ramai dikunjungi kaum muslimin dari berbagai penjuru dunia, karena disinilah terdapat Masjid Nabawi yang memiliki keutamaan  sangat besar dan di kota ini pulalah tempat peristirahatan terakhir Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

SEJARAH KOTA MADINAH
Sebelum masa perkembangan Islam, kota Madinah masih bernama Yasthrib (يثرب). Prof.DR. Mahdi Rizqullah Ahmad dalam bukunya al-sirah al-nabawiyah fi dhaui al-mashadir al-shahihah menyebutkan bahwa bangsa pertama yang menghuni Yasthrib adalah bangsa Amalek (العمالقة) yang merupakan anak cucu Nabi Nuh alaihissalam. Pada abad pertama dan kedua masehi sebagian bangsa Yahudi –terutama dari kabilah Bani Nadhir dan bani Quraidhah-    mulai berdatangan ke kota Yasthrib dan mendominasi penghuni kota ini. Seiring berjalannya waktu, datanglah kabilah Aus dan Khazraj dari Yaman dan menghuni kota ini pula.
Pada awalnya kabilah-kabilah ini hidup berdampingan dan berjanji untuk saling melindungi, namun pada masa berikutnya terjadi peperangan antara kabilah Aus dan Khazraj. Singkat cerita, peperangan ini berlangsung dalam kurun waktu sangat lama hingga datang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menyatukan kedua kabilah ini dalam satu naungan, Islam.

Penamaan Kota Madinah dengan Tabah dan Taibah.
Sejak hijrahnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kota Yasthrib pun diganti namanya menjadi Madinah. Selain Madinah,  kota ini juga diberi nama Tabah dan Taibah, sebagaimana diriwatkan Imam Muslim dalam shahihnya:
عن جابر أنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول: " إن الله تعالى سمي المدينة: طابة ".

و روى الطيالسي بطريق مسلم نفسها قائلا: كانوا يسمون المدينة بيثرب، فسماها رسول الله صلى الله عليه و سلم طيبة.

Sejak saat itulah kota Madinah menjadi pusat peradaban, pendidikan, dakwah, dan perkembangan Islam sampai beliau wafat dan dimakamkan di sana. Selanjutnya kota ini menjadi pusat kekhalifahan bagi penerus Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Terdapat tiga khalifah yang memerintah dari kota ini yakni Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhum ajmai’in. Pada masa Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu pemerintahan dipindahkan ke Kufah di Irak. Seiring bergantinya kekhilafahan, kota Madinah pun terus berpindah pelayanan dari satu khilafah ke khilafah yang lainnya, dan saat ini kota Madinah berada dibawah pelayanan Kerajaan Arab Saudi.
Kota Madinah yang saat ini dipimpin oleh Gubernur Abdul Aziz Bin Majid, mencatat pada tahun 2006 jumlah populasinya mencapai 1.300.000 jiwa, dengan luas wilayah 589 km2, serta kepadatan penduduk mencapai 2.207 jiwa/km2.

EKONOMI
Sektor pertanian dan perkebunan terutama perkebunan kurma sudah menjadi penghidupan bagi penduduk kota ini sejak masa lampau. Peternakan dan perdagangan juga berkembang di sini. Ditambah dengan sektor jasa terutama jasa pelayanan para peziarah (haji dan umrah) di antaranya adalah usaha perhotelan dan penginapan.

PENDIDIKAN
Madinah merupakan pusat pendidikan Islam sejak masa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kota ini juga banyak melahirkan ulama-ulama dan Cendekiawan Islam  di antaranya adalah Imam Malik bin Anas. Saat ini di Madinah terdapat berbagai majlis ilmu, sekolah dan universitas, diantaranya adalah Islamic University in Madina dan Taibah University.

GEOGRAFI DAN IKLIM
Berada pada ketinggian 608 meter diatas permukaan laut dan di titik koordinat: 24°28′N 39°36′E , menjadikan kota ini beriklim gurun serta dikelilingi gunung dan bukit bukit. Weatherbase mencatat suhu kota Madinah sepanjang tahun sebagai berikut:








 
KEUTAMAAN
Sesuai dengan namanya, (Al-Munawwarah: yang disinari cahaya/ yang bermandikan cahaya), Madinah memiliki berbagai keutamaan dalam islam, diantaranya adalah:
·    Kota suci umat Islam
·    Kota tempat disemayamkannya jasad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa   sallam
·    Terdapat Masjid Nabawi yang mana pahala shalat di dalamnya seribu kali lebih banyak dari shalat di masjid-masjid lainnya, selain Masjidil Haram
·    Raudhah al-syarifah, yang merupakann tempat yang mulia, dimana do’a didalamnya mustajab.
·    Syafaat bagi siapa saja yang sabar atas cobaan di Madinah
·    Dajjal tidak boleh memasuki Madinah
dan masih banyak lagi keutamaan kota Madinah yang terdapat dalam al-Qur’an ataupun Hadits Nabawi.  

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala selalu melimpahkan cahaya-Nya untuk kota Madinah dan menjaganya hingga Hari Akhir.
Share:

Official Website Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Cabang Madinah, Saudi Arabia. Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

Pesan Dan Nasehat Dalam Acara Silaturahim IKPM Dengan Bapak Pimpinan Gontor Beserta Rombongan Umroh Ramadhan Gontor

Alhamdulillah sebuah kesyukruan dapat bercengkrama dengan Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor K.H. Syamsul Hadi Abdan yang se...