Segala macam info dan berita tentang studi di kota Madinah dan Ikatan Keluaga Pondok Modern Gontor Cab. Madinah

Jumat, 27 Desember 2013

Pengumuman Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Islam Madinah (UIM) periode 2013-2014 M


Pada hari Kamis, 23 Shafar 1435 H (26 Desember 2013), Universitas Islam Madinah (UIM) mengumumkan 92 nama yang dinyatakan DITERIMA menjadi mahasiswa baru pada tahun ini. Pengumuman tersebut bisa dilihat langsung melalui halaman website: http://admission.iu.edu.sa/IuAbroadInquery.aspx Caranya: pilih negara Indonesia, lalu klik show/عرض.

Berikut ini nama-nama mahasiswa baru UIM periode 2013-2014 sesuai dengan urutan abjad:

1.       ABDUL AZIEZ ( عبد العزيز )
2.       ABDULLAH FUDHAIL IBNUL HADI ( عبدالله فضيل بن الهادي )
3.       ABDULLAH SYAFEI ( عبد الله شافعي )
4.       ABDULLOH AZZAM ( عبد الله عزام )
5.       ACHMAD SYAHIRUL MUBARROK ( أحمد شهير المبارك )
6.       AFFAN  (عفان بن علي سنكر )
7.       AGUS SUSANTO BIN SANUSI ( أغوس سوسانتو بن سانوسي )
8.       AHMAD KAMIL ZULFIKARI ALI ( أحمد كامل ذو الفكر علي )
9.       AHMAD NAUFAL SHIDQI ( احمد نوفال صدقي )
10.   AHMAD ZUL JALAL ( احمد ذوالجلال )
11.   ALIF JUMAI RAJAB ( اليف جمائي راجب )
12.   ANDI MUKTIONO ( أندي موكتيو نو )
13.   ARIF RINANDA ( عارف ريناندا )
14.   ARIF USMAN ANUGRAHA ( عارف عثمان أنوغرها )
15.   ARIFUL MARUF PERDANA ( عارف المعروف فردانا )
16.   ASRUL FUADI ( أسرول فؤادي )
17.   AZAM HAMAS ( عزام حماس )
18.   AZIZ ABDUL LATIF ( عزيز عبد اللطيف )
19.   BAGUS TEGUH SETIAWAN ( باغوس تيغوه ستياوان )
20.   BINTANG WIRA DHARMA ( بنتانج ورا درما )
21.   DARUL IDAM IDHAM ( دار الإيدام إدهام )
22.   DEVA YUDHA PRATAMA ( ذيفا يودا برا تاما )
23.   DIMAS ARIEF NUGROHO ( ديماس عارف نغروها )
24.   DINAR ZUL AKBAR ( دينار ذو الأكبر )
25.   FADLURRAHMAN ( فضل الرحمن بن الحاج إمام صباري )
26.   FAIZ KHOIRUNNAS ( فائز خيرالناس )
27.   FATHI MUBAROK ( فتحي مبارك )
28.   FAUZI RIFALDI ( فوزي ريفالدي )
29.   GHOLAND GAZZA PUTRA ( غلاند غزة فوترا )
30.   GHUFRON FAUZAN ( غفران فوزان )
31.   HABIBURRAHMAN ( حبيب الرحمن )
32.   HAFIDZ FAUZI BIN RIDHO ( حافظ فوزي بن رضا )
33.   HAMDI SOLAH BAKRY ( حمدي صلاح بكري )
34.   HAMID WAKID ( حامد واكد )
35.   HUSNI DZAHABY ( حسني ذهبي )
36.   IBAH MISBAH ( اباح مصباح )
37.   IBRAHIM BIN SUHAIMI BIN BUSTAMI ( إبراهيم بن سهيمي بن بسطامي )
38.   IBRAHIM REJAB ( إبراهيم رجب )
39.   JALALUDDIN ASSUYUTI ( جلال الدين السيوطي )
40.   JAMI NURUL AZMI BIN OMAN ABDURRAHAN ( جامع نور العزم بن أومان عبدالرحمن )
41.   KAIS QAOLAN TSAQILA ( كيس قولا ثقيلا )
42.   KHOERUDDIN BIN AMAN ( خير الدين بن أمان )
43.   KHOLID FIRDAUSI ( خالد فردوسى )
44.   LUQMAN ACHMAD ( لقمان أحمد )
45.   LUTFI IHSANUDIN ( لطفي إحسان الدين )
46.   LUTHFIL AZIMAN ( لطفي العازمان )
47.   MOCH TAUFIK ( محمد توفيق )
48.   MOHAMAD DHIYA MUNADI RAMADHAN ( محمد ضياء منادي رمضان )
49.   MOHAMAD RAMADHAN BOTUTIHE ( محمد رمضان بن داود بوتيتيحي )
50.   MOHAMMAD BANGUN SUBARKAH ( محمد بانجون سوبركه )
51.   MOHAMMAD RIFQI JUNAIDI ( محمد رفق جنيدي )
52.   MUH RISAL MUQORROBIN ( محمد رزال مقرّبين )
53.   MUHAMAD SYOFIAN ( محمد سفيان )
54.   MUHAMMAD ADNAN ASSYAHIBI ( محمد أدنان الشهبي )
55.   MUHAMMAD AL GHAZALI ( محمد الغزالي )
56.   MUHAMMAD AMRU BALBEID ( محمد عمرو بالبيد )
57.   MUHAMMAD ANAS ( محمد أنس )
58.   MUHAMMAD DAHLAN NASRUDDIN ( محمد دحلان نصرالدين )
59.   MUHAMMAD FAIZ ABDURRAHMAN ( محمد فائز عبدالرحمن )
60.   MUHAMMAD FAQIH BIN SON'AN ( محمد فقيه بن صنعان )
61.   MUHAMMAD FARUQ AL ISLAM ( محمد فاروق الإسلام )
62.   MUHAMMAD FARUQIE TRIHONO (محمد فاروقي أغوس تريهونو )
63.   MUHAMMAD ISTIQAMAH AHMAD ( محمد إستقامة أحمد )
64.   MUHAMMAD IZZI MAS MUIN ( محمد عزي بن مسموعين )
65.   MUHAMMAD RIFAI ( محمد رفاعي )
66.   MUHAMMAD SYAUQI BEY ( محمد شوقي باي )
67.   NAZEEH MASYHUDI SOEBARI ( نزيه مشهودي سوباري )
68.   OKTO SUHARNANTO ( اكتو سوهرنانتو )
69.   PRAMANA NINDYA PUTRA ( فرامانا ننديا فوترا )
70.   RAFICO ISSA PUTRA ( رفيقا عيسى فوترا )
71.   RAHMAT HARDIANTO ( رحمت هرديانتو )
72.   RAHMAT RAMADHAN ( رحمت رمضان )
73.   RATNO DARYONO SUWITO ( راتنو داريونو سووتو )
74.   RIFQI WASIAN ( رفقي واسعا )
75.   ROKHMAN SOLEKH ( رحمن صالح )
76.   RONY SETYAWAN BIN BAMBANG PURNOMO ( راني ستياوان بن بامبانج بورنومو )
77.   ROQI MUTTAQI BIN SLAMET RIYADI ( راقى متقى بن سلامت ريادي )
78.   SABRUN K BANGI ( صبر ك بانجي )
79.   SAUKANI HARAHAP ( سوكاني هراهف )
80.   SUBRON JAMIL ( صبرا جميل )
81.   SUGENG ( سوكينج ميسوانتو )
82.   SURIONO TATO RUNI ( سوريونو تاتو روني
83.   SYARIF HIDAYATULLOH SYAI ( شريف هداية الله شاي )
84.   TENRI HANDRIADI ( تنري هندريادي )
85.   UJI EFENDI ( أوجي ايفيندي )
86.   UMBU AHA ( أومبو أها )
87.   ZAENUDIN ( زين الدين )
88.   ZAINUDDIN SAMSUDIN ( زين الدين شمس الدين )
89.   ZEIN FATHUBI ( زين فتح بي )
90.   ZIAD FAROUK ( زياد فاروق )
91.   ZIKRUL HAMDI ( ذكر الحمد )
92.   ZULFIQAR HAFIDUDDIN MUTTAQIN ( ذوالفقار حافظ الدين متقين )

Segenap keluarga IKPM Madinah mengucapkan selamat sekaligus mendoakan semoga Allah –Subhanahu wa Ta’ala- selalu membimbing kader-kader umat ini untuk memperjuangkan Islam li i’lai kalimatillah.

Share:

Jumat, 15 November 2013

Profil Fakultas Al-Quran UIM

Oleh: Muhammad Anfaul Ulum, Mahasiswa Fakultas Al-Quran Semester 4

Islamic University of Madinah (IUM) atau yang biasa disebut dengan Jamiah Islamiyah adalah kampus yang bervisi untuk menjadi  sumber pengetahuan keislaman yang berbasis internasional. Suatu visi hebat yang didukung dengan letak geografis yang tepat. Terletak di sumber peradaban islam, sumber penyebaran islam, Madinah al Munawwarah.


Pintu Masuk Fakultas

Untuk merealisasikan visi tersebut maka didirikanlah fakultas-fakultas dan cabang akademik yang mewakili cabang-cabang ilmu keislaman.  Fakultas-fakultas tersebut adalah Fakultas Syariah, Fakultas Da’wah wa Ushuluddin, Fakultas Bahasa Arab, Fakultas Hadits wa Dirasat Islamiyah, dan yang terakhir Fakultas Al-Quran wa Dirasat Islamiyah. Juga terdapat ma’had-ma’had pendukung sebelum masuk jenjang perkuliahan seperti Ma’had Mutawasith (SMP), Ma’had Tsanawi (SMA), dan Ma’had Lughah (persiapan bahasa).

Diantara fakultas dan cabang akademik tersebut ialah Fakultas Al-Quran. Fakultas ini adalah fakultas pertama di dunia yang fokus pada pembelajaran Al-Quran dan cabang ilmunya (qiraat, tafsir, tajwid, ilmu rasm mushaf, ilmu ‘addul aay dll.) serta mencetak output insan Al-Quran yang hafal lafadznya, faham maknanya, dan  spesialis dalam keilmuannya.  Untuk mengetahui lebih lanjut mari kita kenali seluk beluk fakultas ini.

Profil
Fakultas Al-Quran wa Dirasat Islamiyah ini didirikan atas dasar surat keputusan nomor 26511 tanggal 6 Ramadhan 1394 H. Surat keputusan ini dihasilkan dari rapat tinggi rektorat yang diadakan pada tanggal 12 Rabi’ul Tsani 1394 H sampai tanggal 20 Rabi’ul Tsani 1394 H. Sedangkan kegiatan belajar mengajar pertama kali diadakan pada hari senin tanggal 6 Syawal 1394 H.

Pada awal dibukanya fakultas ini, jumlah mahasiswa yang tercatat hanya 21 orang. Namun jumlah tersebut terus bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Dan jumlah seluruh alumnus fakultas ini mulai sejak awal berdiri hingga tahun ajaran 1431-1432 H adalah 1246 mahasiswa.

Pembelajaran dalam fakultas ini mengedepankan hafalan matan-matan ilmu qiraat seperti matan jazariyah, matan syathibiyyah (hirzul amanii wa wajhat tahaanii fil qiraat assab’iy), matan dzurrah, matan alfaraid alhisan fii ‘addi aay Al-Quran dan sebagainya. Disamping itu, pembelajaran dalam fakultas ini juga mengedapankan pemahaman dan analisa seperti analisa tafsir (tafsir tahliliy), analisa ragam bacaan (tahlilul qira-at), tafsir tematik (maudlu’iy) dan semacamnya. Sedangkan syarat utama masuk fakultas ini adalah hafalan Al-Quran 30 juz.

Salah Satu Lorong di Gedung Fakultas AlQuran


Pada jenjang S1, pembelajaran masih bersifat generalisasi dan belum ada penjurusan. Porsi antara keilmuan tafsir dan keilmuan qiraat pun berimbang. Baru pada jenjang dirasat ulya (S2 & S3) ada penjurusan dan spesialisasi. Terdapat dua jurusan pada jenjang ini yaitu jurusan tafsir dan jurusan qiraat.

Diantara kelebihan fakultas ini adalah kesempatan mempelajari cabang ilmu yang sekarang ini mulai banyak ditinggalkan, ilmu qiraat. Disamping itu metode ta’shiil (memulai dari akar) yang diterapkan, model pembelajaran yang intens serta  perpaduan antara teori dan praktek membuat kita lebih cepat menyerap dan memahami mata kuliah. Juga adanya ujian Al-Quran 30 juz pada tiap semester membuat mahasiswa terpacu untuk terus menjaga hafalannya.       
Share:

Sabtu, 05 Oktober 2013

Profil Fakultas Syariah Universitas Islam Madinah (UIM)

Oleh: Azzam Mushoffa, mahasiswa Fakultas Syariah UIM, semester 4.

Sejarah
Fakultas Syariah adalah fakultas yang pertama kali dibangun di Universitas Islam Madinah (UIM) pada tahun 1381 H/1961 M, bertepatan dengan berdirinya kampus ini. Angkatan pertama sekaligus pioner pada Fakultas Syariah berjumlah 85 mahasiswa. Lima tahun berikutnya tepat pada tahun 1386 H berdirilah Fakultas Da'wah yang semakin menarik minat para penuntut ilmu untuk mendaftarkan diri di kampus ini.

Misi yang diemban fakultas ini adalah pendalaman materi-materi fiqih dan ilmu-ilmu lain yang menyokongnya. Karena itulah, mencetak para ahli fiqih yang memiliki kompetensi adalah hal paling primer. Dari situ diharapkan mereka memberikan banyak solusi untuk permasalahan fatwa, hukum, pembelajaran agama, serta mampu menyumbangkan karya-karya ilmiah kelak ketika mereka kembali ke negaranya masing-masing. Selain itu, fakultas ini juga sangat memperhatikan tauhid sebagai pelajaran pokok di kampus UIM.

Gedung Fakultas Syariah nampak dari depan


Deskripsi Umum
Bisa dibilang, Fakultas Syariah adalah fakultas terfavorit di antara fakultas-fakultas yang lain di UIM. Pada tahun ajaran 1433-1434 H, fakultas ini menampung 11.264 mahasiswa -baik berkewarganegaraan Saudi maupun non Saudi- dari total 18.999 mahasiswa UIM. Hal ini menunjukkan bahwa sekitar 59% mahasiswa memilih fakultas ini dan sisanya menyebar di fakultas lain.

Jenjang yang bisa dipelajari di fakultas ini ada empat yaitu tingkat bachelor (S1), diploma, magister (S2) serta doktoral (S3). Pada tingkatan bachelor, seorang mahasiswa belum mempelajari pendalaman materi. Mereka hanya diberikan beberapa dasar pelajaran fiqih yang umum. Pendalaman yang sebenarnya (atau penjurusan) baru akan dipelajari ketika sudah menempuh tingkatan magister. Pada tingkatan ini terdapat jurusan Fiqih, Usul Fiqih, Qadla', Anzhimah, dan Iqtisod Islami (Ekonomi Islam).

Pada jurusan Qadla' seseorang akan mempelajari hukum-hukum Islam sehingga diharapkan bisa menjadi seorang hakim yang mengetahui hukum Islam. Sedangkan pada jurusan Anzhimah seorang mahasiswa akan mengenal tentang peraturan negara dengan lebih dalam. Jurusan ini dikhususkan hanya untuk orang Saudi.

Kelebihan Fakultas Syariah Daripada Fakultas Lain

  •   Lebih dibutuhkan masyarakat Indonesia

Mayoritas masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang bisa dikatakan masih minim ilmu agama namun di sisi lain juga memiliki semangat yang tinggi untuk mempelajari agama. Nah, yang kita ketahui sejauh ini, banyak sekali praktek-praktek ibadah yang dilakukan masyarakat kita yang tidak sesuai dengan pada Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Pada Fakultas Syariah seseorang akan mempelajari praktek ibadah secara menyeluruh dan terperinci. Praktek ibadah yang dimaksud adalah rukun islam yang lima, dan berbagai permasalahan lain yang sering terjadi di kalangan umat islam di seluruh dunia. Misalnya saja tentang tata cara berwudlu dan solat. Kita akan dipaparkan beberapa pendapat dari empat imam besar dalam bidang fiqih: Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi'i, dan Imam Ahmad.

Yang menjadi istimewa ialah pendalaman masalah tersebut dengan mengetahui sebab perbedaan pendapat. Hal itu menjadikan seseorang lebih memahami dalil-dalil yang dipakai. Dengan mengetahui dalil masing-masing imam, kita akan terhindar dari taklid buta dan bisa beribadah dengan tenang karena mendasari amalan kita dengan ilmu yang kita yakin berasal dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

Meski masyarakat kita belum membutuhkan ilmu yang mendalam, namun mereka sangat membutuhkan tata cara beribadah sehari-hari dengan cara yang benar yang diambil dari sumber yang terpercaya. Dan itu semua bisa didapatkan secara maksimal jika seorang pelajar mau memfokuskan belajar di Fakultas Syariah.

  • Kelebihan lainnya adalah kebanyakan lulusannya lebih bisa memahami apa itu arti perbedaan yang sering memecah belah masyarakat. Hal itu disebabkan karena mereka telah mempelajari sebab permasalahan secara rinci, berbeda dengan fakultas lain.


Empati adalah sebuah sifat khas yang dimiliki oleh kebanyakan orang Indonesia. Sifat ini akan dimiliki oleh orang yang terbiasa menemui perbedaan dalam menjalani hidupnya. Pelajar di Fakultas Syariah akan terbiasa membenturkan dirinya dengan masalah-masalah fiqhiyyah sehingga akan lebih bijak membedakan mana masalah yang penting yang berkaitan dengan tauhid dan mana yang sifatnya furu'iy seperti permasalahan fiqih, biidznillah.

Seorang tabi’i bernama Qatadah pernah berkata:
من لم يعرف الاختلاف لم يشم أنفه الفقه
“Barangsiapa tidak mengetahui perselisihan di tengah masyarakat, maka ia belum mengenal fiqih.”

Sedangkan Sa'id bin Abi Arubah mengatakan:
من لم يسمع الاختلاف فلا تعده عالما
“Siapa yang belum memahami perselisihan manusia, maka jangan engkau anggap sebagai orang berilmu!”

  • Mata pelajaran yang diajar mencakup semua mata kuliah fakultas lain.

Dibandingkan fakultas lain, Fakultas Syariah disebut sebagai fakultas dengan mata pelajaran terlengkap. Bahkan ada istilah“kulliyyatus syariah ta'kulul kulliyyaat”, Fakultas Syariah itu memakan semua fakultas lain. Tidak heran jika kita menilik fakta historis bahwa fakultas ini adalah fakultas pertama yang dibangun di Universitas Islam Madinah. Hal itulah yang menjadikannya tetap mempertahankan kekayaan mata pelajaran yang mencakup mata pelajaran inti di fakultas lain. Maka dari itu, seseorang yang belajar di syariah tidak perlu khawatir jika ia tidak mendapati hal-hal penting di fakultas lain.

Misalnya saja kita ingin mempelajari tauhid yang menjadi pelajaran inti di Fakultas Da'wah. Di Fakultas Syariah sekalipun kita mempelajarinya dalam 4 semester. Jika kita menyukai pelajaran Nahwu dan hobi membaca kitab “Syarh Ibnu ‘Aqil”, kita pun mempelajarinya di Fakultas Syariah dalam 4 semester sebagaimana yang dipelajari oleh anak-anak Fakultas Lughoh (Bahasa Arab) yang harus menempuh 8 semester mempelajari kitab tersebut.

  • Di sini kita mempelajari ilmu agama untuk langsung bisa diterapkan dalam praktek ibadah sehari-hari.

Kelebihan yang bisa menjadi keuntungan secara langsung bagi mahasiswa Fakultas Syariah adalah perbaikan kualitas ibadah. Hal itu diakui oleh banyak pelajar fakultas ini. Ketika mereka mulai mempelajari fiqih dan mendalaminya dengan lebih detail mereka menemukan dalil-dalil baru yang mungkin meruntuhkan atau menguatkan pendapat mereka dahulu. Hingga akhirnya mereka semakin bisa memperbaiki kualitas ibadah secara langsung bahkan setelah mereka mendapatinya dari kelas. Dengan begitu, mereka semakin bisa memegang prinsip ulama bahwa ilmu itu dipelajari untuk diterapkan bukan hanya dihafal.

  • Lulusan fakultas ini bisa melanjutkan studi di hampir semua fakultas lain.

Selama alumni Fakultas Syariah bisa menguasai materi fakultas yang dituju ia akan mendapatkan peluang yang cukup besar untuk menembus tesnya, biidznillah. Berbeda dengan fakultas lain yang seringkali susah untuk melanjutkan studi di fakultas lain.

Hal ini sudah menjadi sesuatu yang lumrah di kalangan mahasiswa Indonesia sendiri. Karena pelajarannya yang juga mencakup semua pelajaran inti dari fakultas lain maka tak heran sarjananya pun bisa diterima di hampir semua tingkatan magister di UIM. Taruhlah kalau seseorang lulusan syariah ingin mendalami ilmu hadis, maka ia hanya harus menghapal materi hadis secara utuh dan latar belakang pendidikan tidak akan terlalu dihiraukan. Berbeda jika sebaliknya mahasiswa Fakultas Hadis ingin mencoba mendaftar S2 di jurusan fiqih, maka hampir dipastikan peluangnya sedikit sekali walaupun dia menguasai materi fiqih Fakultas Syariah dari semester satu sampai delapan.

  • Fakultas Syariah didominasi oleh orang Saudi karena lulusannya diterima di semua lembaga resmi di bawah negara Saudi, berbeda dengan fakultas lain.

Fakultas Syariah adalah fakultas yang menjadi favorit bagi orang Saudi. Kita tengok saja perbandingan pelajar Saudi di Fakultas Syariah dan fakultas lain yang terlampau jauh. Pelajar Saudi di Syariah (7964 mahasiswa), Da'wah (1126 mahasiswa), Hadis (207 mahasiswa), Al-Qur'an (238), Lughoh (522). Data ini diambil dari data tahun ajaran 1433-1434 H.

Selain untuk mempelajari Fiqh, Hukum & Politik Islam, Perundang-undangan, dan lain sebagainya, fakultas ini juga menjadi incaran orang-orang pribumi yang ingin diterima sebagai pegawai kerajaan. Karena pada umumnya kantor pemerintahan dan swasta mensyarakat ijazah S1 jurusan Syariah. Hal-hal itulah yang tidak mereka dapatkan di fakultas lain.

  • Cocok untuk orang yang tidak suka menghapal atau jago menghapal namun hobi mengotak-atik sesuatu.

Menyenangkan tentunya jika kita tahu kualifikasi kita sendiri dan metode kita dalam mempelajari sesuatu. Jika kita sudah tahu metode yang cocok maka itu akan lebih memudahkan kita untuk mendapatkan informasi-informasi baru tanpa harus bersusah payah.

Nah, Fakultas Syariah ini didominasi oleh pelajaran-pelajaran yang memfokuskan pada pemahaman yang tinggi terhadap suatu masalah yang njlimet atau ruwet. Misalnya saja Usul Fiqih. Kita harus dipusingkan dengan istilah-istilah baru dan bahasa yang agak susah dan seakan berputar-putar tidak ada ujungnya. Maka dari itu dibutuhkan seni khusus untuk memahami bahasa yang digunakan para Usuly (ahli Usul Fiqih) yaitu dengan sering membiasakan mengenal istilah-istilah mereka bahkan per-madzhabnya.

Gedung Fakultas Syariah nampak dari samping


Buku-Buku yang Dipelajari di Fakultas Syariah
Berikut adalah beberapa mata pelajaran penting pada Fakultas Syariah beserta buku yang dijadikan sebagai pegangan mahasiswa selama belajar di Madinah.
  1. Fiqih: “Bidayatul Mujtahid” oleh Ibnu Rusyd, dan beberapa buku lain tergantung dosen pengajar.
  2. Usul Fiqih: “Raudlatun Nadhir fii Junnatil Manaadhir” oleh Ibnu Qudamah, dan beberapa sumber lain terserah dosen pengajar.
  3. Tauhid: “Fathul Majid” karangannya Syekh Abdurrohman bin Hasan, “Qowa'idul Mutsla” milik Syekh Utsaimin, dan beberapa kitab lain ditentukan sendiri oleh dosen pengajar.
  4. Nahwu: “Alfiyyah Syarkh Ibn Aqiil”, dan beberapa buku lain tergantung dosen.
  1. Hadis: Menggunakan kutubussittah sebagai kurikulum. Setiap satu semester akan dipelajari satu kitab secara berurutan mulai dari “Shahih Bukhari” sampai “Sunan Ibnu Majah”.
  2. Tafsir: “Tafsir Al-Qur'an al-‘Azhim” milik al-Hafidz Ibnu Katsir, dan beberapa sumber lain.
  3. Dan beberapa mata pelajaran pendukung lainnya.

Beginilah sekilas tentang kelebihan dan beberapa info penting tentang fakultas kami, Fakultas Syariah. Semoga ini cukup sebagai panduan awal mengenal Fakultas Syariah. Yang jelas, semua fakultas memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Para pencari ilmu harus bisa jeli untuk melihat di mana kemampuannya meraup banyak ilmu dan sebaik apa medan dakwah yang akan dia terjuni suatu saat nanti. Jika bisa mengombinasikan keduanya dengan seimbang, maka tidak akan diragukan lagi hasilnya pun tidak mengecewakan. Wallallahul Muwaffiq.
Share:

Sabtu, 28 September 2013

Ragam Fakultas di Universitas Islam Madinah (UIM)

Berikut daftar fakultas di Universitas Islam Madinah (UIM) beserta jurusannya:
1.      Fakultas Syari’ah
Jurusan/Program Studi:
a)   Program S1: Syari’ah.
b)   Program S2:
                      i.      Fiqh
                     ii.      Ushul Fiqh
                    iii.      Hukum dan Politik Islam
                    iv.      Ekonomi Islam
                     v.      Perundang-undangan
c)    Program S3:
                     i.      Fiqh
                    ii.      Ushul Fiqh

2.      Fakultas Da’wah dan Ushuluddin
Jurusan/Program Studi:
a)    Program S1: Da’wah dan Ushuluddin
b)    Program Diploma Tingkat Tinggi: Dakwah
c)    Program S2:
                    i.      Aqidah
                   ii.      Da’wah
                  iii.      Sejarah Islam
                  iv.      Pendidikan
                   v.      Manejemen Pendidikan
                  vi.      Informatika.
d)   Program S3:
                   i.      Aqidah
                  ii.      Da’wah
                 iii.      Sejarah Islam
                 iv.      Pendidikan

3.      Fakultas Al-Qur’an dan Dirasat Islamiyyah
Jurusan/Program Studi:
a)    Program S1: Al-Qur’an dan Dirasat Islamiyyah
b)   Program S2 dan S3:
                  i.      Qira’at
                 ii.      Tafsir

4.      Fakultas Hadits dan Dirasat Islamiyyah
Jurusan/Program Studi:
a)   Program S1: Hadits dan Dirasat Islamiyyah
b)   Program S2 dan S3:
                  i.      Fiqh Sunnah
                 ii.      Ilmu Hadits.



5.      Fakultas Bahasa Arab
Jurusan/Program Studi:
a)   Program Diploma Tingkat Tinggi: Balaghah
b)   Program S2 dan S3:
                   i.      Jurusan Linguistik.
                  ii.      Jurusan Balaghah dan Sastra.


6.      Program Pengajaran Bahasa Arab untuk Pemula
Jurusan/Program Studi:
a.    Program Pra Sarjana: Persiapan Bahasa Arab.
b.    Program S2: Persiapan dan Pelatihan Guru.


7.      Fakultas Sains
Jurusan/Program Studi S1:
a.    Jurusan Ilmu Biologi.
b.    Jurusan Matematika.
c.    Jurusan Fisika.
d.   Jurusan Kimia.


8.      Fakultas Ilmu Komputer dan Informatika
Jurusan/Program Studi S1:
a.    Jurusan Ilmu Komputerisasi.
b.    Jurusan Sistem Informasi.
c.    Jurusan Teknologi Informasi.
d.   Jurusan Teknik Komputer.


9.      Fakultas Teknik
Jurusan/Program Studi S1:
a.    Jurusan Teknik Sipil.
b.    Jurusan Teknik Mekanik.
c.    Jurusan Teknik Elektro.
d.   Jurusan Teknik Industri.
e.    Jurusan Teknik Kimia.


10.  Fakultas Kedokteran
Jurusan/Program Studi S1:
a.    Jurusan Biokimia.
b.    Jurusan Anatomi.
c.    Jurusan Ilmu Kedokteran Fisik.
d.   Jurusan Patologi.
e.    Jurusan Obat dan Racun.
f.     Jurusan Mikrobiologi Kedokteran.
g.    Jurusan Imunitas dan Hematologi.
h.    Jurusan Kesehatan Keluarga dan Masyarakat.
i.      Jurusan Penyakit Dalam.
j.      Jurusan Ilmu Bedah.
k.    Jurusan Obstetri dan Ginekologi.
l.      Jurusan Ilmu Kesehatan Anak.
m.  Jurusan Neurologi Klinis.
n.    Gawat Darurat (Emergensi).
o.    Jurusan Pendidikan Kedokteran.
p.    Ilmu Kedokteran Forensik.


11.  Fakultas Farmasi
Jurusan/Program Studi S1:
a.    Jurusan Farmakologi dan Toksikologi.
b.    Jurusan Farmakognosi.
c.    Jurusan Farmasetika.
d.   Jurusan Farmasi Klinik.
e.    Jurusan Kimia Farmasi.
f.     Jurusan Mikrobiologi dan Imunitas.


Universitas Terbuka dan Pendidikan Pararel
Jurusan:
a.  Program Pendidikan Terbuka di Fakultas Syari’ah (dengan membayar iuran).
b.  Pendidikan Pararel (dengan biaya murah).Program S2, S3, dan Diploma pada semua jurusan yang ada.


Diterjemahkan oleh Azmi Syukri Zarkasyi dan Muhammad Hudzaifah Marikar
Share:

Official Website Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Cabang Madinah, Saudi Arabia. Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

13 Wisudawan Alumni Gontor Ikuti Wisuda ke-55 Universitas Islam Madinah

     Madinah- Universitas Islam Madinah (UIM) pada Rabu malam (27/2) mengadakan wisuda periode ke-55 tahun 1439-1440. Diantara 150 w...