Segala macam info dan berita tentang studi di kota Madinah dan Ikatan Keluaga Pondok Modern Gontor Cab. Madinah

Minggu, 17 Maret 2013

Kepribadian Seseorang akan Tersingkap saat Berada di Rumahnya (Bag. 2)

Oleh: Abdul Malik bin Ahmad Ramadhani
Penerjemah: Haikal Alghomam bin Suhardi

Kebanyakan orang ketika berada di luar rumah akan bersopan santun dengan orang lain, karena sedikitnya pergaulan akan menciptakan pembatas kehormatan dan wibawa. Tetapi lamanya bergaul akan memecah pembatas ini, maka seseorang akan lebih berterus terang kepada temannya daripada sebelumnya, dan ketika semakin berterus terang akan semakin tampak kenyataan dan hakikatnya.

Pembahasan ini sesuai dengan hadits riwayat Abdullah bin Amru radhiyallahu anhuma bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baik teman disisi Allah adalah yang paling baik terhadap temannya, dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah yang paling baik terhadap tetangganya” (HR Tirmidzi [no. 1944] dan dishahihkan oleh Al-Albani).

Karena teman dan tetangga serupa dengan keluarga dalam hal pergaulan, kebersamaan, dan pengetahuan akan hal-hal yang tersembunyi darinya, maka kebaikan dirinya adalah hasil dari kesabaran hubungannya dengan mereka. Mereka tidak akan memujinya kecuali mereka telah melihat kemuliaan akhlaknya serta baiknya perlakuan dirinya. Maka hal ini kembali pada bahwa seseorang tidak akan dapat dikenal hakikatnya kecuali setelah berinteraksi dengannya. Hal ini tidak mudah terjadi pada orang lain sebagaimana hal tersebut mudah terjadi pada keluarganya sendiri, tetangganya, dan teman dekatnya.

Ada orang yang pemalu dan bersifat lemah, serta tidak dapat bersabar terhadap penderitaan, maka ia hidup menyendiri dari lingkungannya. Orang-orang mengira dirinya adalah seorang yang pemalu, tidak berpengalaman, murah hati dan pendiam yang tidak pernah berghibah dan menzalimi orang lain. Hanya saja, bersama keluarga dan orang yang mengenal dirinya di rumah, ia amat kejam. Apa yang membuatnya tidak menampakkan sifat aslinya adalah lemahnya ia dalam menghadapi orang asing. Dan yang membuatnya lebih kejam dan lebih memelihara kekerasan dan kekasarannya ialah jauhnya ia dari orang lain. Orang jenis ini hampir tidak dapat dikenali kecuali di rumahnya dan pada saat ia diuji. Seperti saat perjalanan yang biasanya meluruhkan akhlak seseorang ataupun saat berhadapan dengan harta yang diinginkan oleh banyak orang, ataupun dalam bertetangga.

Pembahasan ini sangatlah urgen. Kejiwaan manusia yang dikabarkan oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam tersebut tidak dapat ditemukan definisinya oleh para peneliti karakter dari kalangan spesialis pendidikan dan kebudayaan tinggi setinggi apapun ijazah mereka. Umat manusia harus menempuh waktu yang lama dan berbagai macam percobaan untuk mencapai kaedah-kaedah kepribadian, yang kadang-kadang menghasilkan kaedah yang bertentangan dengan fitrah kemanusiaan. Akan tetapi jika engkau mengerti, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam yang ummiy dapat menyimpulkan hakikat tentang hal ini dalam sebuah kalimat, contohnya hadits ini. Hal ini tidak disadari oleh seorang pun kecuali Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam. Karena perkataan beliau adalah wahyu dari Allah subhanahu wa ta'ala. Dan ini merupakan salah satu bukti kebenaran akan kenabian beliau shallallahu alaihi wasallam.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar anda!


Cari Blog Ini

Official Website Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Cabang Madinah, Saudi Arabia. Diberdayakan oleh Blogger.

Halaman

Pimpinan Pondok Menyampaikan Pidato Kepondok Modernan pada Acara Silaturahmi IKPM Madinah dengan Jamaah Umroh Gontor

KH. Syamsul Hadi Abdan menyampaikan pidatonya di hadapan para hadirin IKPMMADINAH.COM, IKPM Madinah mengadakan pertemuan dengan Pim...

Google+ Followers