Segala macam info dan berita tentang studi di kota Madinah dan Ikatan Keluaga Pondok Modern Gontor Cab. Madinah

Sabtu, 16 Maret 2013

Orang yang Berbudi Luhur akan Dekat Kedudukannya dengan Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam

Oleh: Abdul Malik bin Ahmad Ramadhani
Penerjemah: Haikal Alghomam bin Suhardi
           
Ketika seorang mukmin terus berusaha memperbaiki budi pekertinya, kedudukannya akan berada sedekat-dekatnya dengan Rasulullah pada hari kiamat, karena beliau shallallahu alaihi wasallam mencintai orang yang berbudi pekerti luhur. Diriwayatkan dari Jabir radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Orang yang paling aku cintai dan paling dekat kedudukannya denganku pada hari kiamat adalah orang-orang yang berbudi baik dari kalian. Sedangkan orang yang paling aku benci dan paling jauh kedudukannya dariku pada hari kiamat adalah para tsartsarun (penceloteh), mutasyaddiqun (orang-orang yang bermulut besar) dan para mutafaihiqun (orang-orang yang berlagak)”, para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, kami sudah mengetahui bagaimana para penceloteh dan orang-orang yang besar mulut, bagaimanakah rupanya para mutafaihiqun?” Beliau menjawab, “Orang-orang yang menyombongkan diri” (HR Tirmidzi [no. 2018] dan disahihkan oleh Al-Albani). Imam Tirmidzi menerangkan, “Berceloteh adalah banyak bicara. Bermulut besar adalah suka memperpanjang perkataan dan berkata kotor”. Berkata kotor artinya berkata-kata dengan perkataan keji nan kotor. Kalau seandainya penjabaran tentang budi pekerti hanya sebatas yang tertera dalam hadits di atas, maka sudah sangat cukup karena mendapatkan cinta Rasulullah dan kedudukannya dekat dengan beliau adalah suatu hal yang amat penting! Jikalau pembaca yang budiman memahami pembahasan pada bab yang lalu bahwa Rasulullah menjadi sahabat bagi Abu Bakar, seseorang yang mulia budi pekertinya. Ketika beliau radhiyallahu anhu sedikit menurun budinya, maka Rasul menjauhinya meskipun beliau tidak sampai berbuat dosa. Dengan ini, pembaca yang budiman akan tahu rahasia dekatnya orang-orang yang berbudi luhur dengan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Wabillahi at-taufiq.
            

Pembahasan tentang keutamaan budi pekerti mulia amatlah luas, tapi cukup saya mengingatkan kaum mukminin sekalian dengan sebagian saja dari pembahasan tersebut hingga mereka memperoleh faedah dan yang lalai menjadi sadar. Maka seyogyanya seorang mukmin melihat pada dirinya sudahkah ia berlemah lembut kepada orang lain seraya bermuka cerah nan riang? Kalau sudah, orang-orang akan tenang bersamanya, senang bergaul dengannya, menikmati berada di sampingnya, berlomba-lomba untuk menemaninya dalam perjalanan, mereka akan menentramkan ia dari gundah gulana sebagaimana yang mereka lakukan terhadap diri dan harta mereka sendiri. Jual belinya disertai kemurahan hati, perbincangannya selalu benar, janjinya selalu ditepati, perkataannya selalu baik, tangannya tidak pernah berbuat jahat, matanya terhindar dari khianat, menyalami pembantunya layaknya menyalami atasannya, cerah raut wajah yang ia tampakkan kepada orang-orang yang tak dikenal seperti ia menampakkanya kepada orang-orang dekatnya, kedengkian hatinya tercerabut, selalu berprasangka baik pada teman-temannya dan teman-temannya akan mempercayai dirinya. Allah ta’ala berfirman, “dan orang-orang mukmin lelaki dan perempuan sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian lainnya. Mereka menyuruh untuk mengerjakan yang ma’ruf, mencegah dari kemungkaran, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan RasulNya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (QS At Taubah 71), hendaklah kalian berbudi pekerti dengan budi pekerti yang diterangkan tadi sebisa mungkin agar kalian mendapatkan rahmat tersebut. “Merekalah orang-orang yang akan dirahmati oleh Allah”, karena mereka yang mengasihi orang lain akan dirahmati. Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru radhiyallahu anhuma bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Para pengasih akan dikasihi oleh Allah Sang Maha Pengasih, kasihilah penduduk bumi kalian akan dikasihi oleh penduduk langit” (HR Daud [no. 4941] dan Tirmidzi [no. 1924], hadits ini disahihkan oleh              Al- Albani dalam As Silsilah As Sahihah).
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar anda!


Cari Blog Ini

Official Website Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Cabang Madinah, Saudi Arabia. Diberdayakan oleh Blogger.

Halaman

Pimpinan Pondok Menyampaikan Pidato Kepondok Modernan pada Acara Silaturahmi IKPM Madinah dengan Jamaah Umroh Gontor

KH. Syamsul Hadi Abdan menyampaikan pidatonya di hadapan para hadirin IKPMMADINAH.COM, IKPM Madinah mengadakan pertemuan dengan Pim...

Google+ Followers