Segala macam info dan berita tentang studi di kota Madinah dan Ikatan Keluaga Pondok Modern Gontor Cab. Madinah

Rabu, 19 November 2014

Keunggulan Shahih Bukhari Dibandingkan Dengan Shahih Muslim


Oleh: Muhammad Iqbal Abdul Ghoffar, Lc*

Shahih Bukhari dan Shahih Muslim
Abad ketiga hijriah merupakan era keemasan dalam dunia keilmuan Islam secara umum dan dalam dunia periwayatan hadis secara khusus. Pada abad ini, hidup pakar-pakar hadis terkemuka setaraf Imam Ahmad, Ishaq bin Rohuwiyah, Ali bin al-Madini, Yahya bin Ma’in, Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Muslim bin al-Hajjaj, Abu Zur’ah ar-Razi, Abu Hatim ar-Razi dan masih banyak lagi. Pada abad ini pulalah, terlahir karya-karya fenomenal dalam bidang hadis semisal kutubus sittah: Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abi Dawud, Jami’ Tirmidzi, Sunan Nasai dan Sunan Ibnu Majah. 

Salah satu sumbangsih terbesar yang diberikan oleh abad ini bagi dunia keilmuan Islam adalah kitab Shahih Bukhari, sebagaimana yang sudah sedikit disinggung di atas. Kitab yang ditulis oleh Abu Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari ini adalah kitab hadis pertama dalam sejarah Islam, yang secara khusus memuat riwayat-riwayat shahih dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasalam, tanpa ada campuran hadis-hadis lemah di dalamnya. 

Beberapa lama setelah kemunculan Shahih Bukhari, muncul pula kitab shahih yang tidak kalah fenomenal dari kitab sebelumnya. Kitab itu adalah kitab Shahih Muslim yang penulisnya tidak lain adalah murid dari Imam Bukhari sendiri, yang bernama Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi an-Naisaburi.

Kedua kitab tersebut tentunya sudah tidak asing lagi di kalangan umat ini. Keduanya memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam. Kedua kitab ini merupakan salah satu referensi utama dalam segala bidang keilmuan Islam baik itu tafsir, fiqih, aqidah, sejarah dan bidang-bidang lainnya. Begitu pentingnya kedua kitab ini hingga para ulama dari zaman ke zaman pun berlomba-lomba untuk mengkaji, men-syarah, hingga membuat ringkasan dari dua kitab yang penuh berkah ini. 

Selama ini, kebanyakan orang tentu sudah memahami bahwa kedua kitab yang sedang kita bicarakan ini adalah ashahhul kutub ba’dal quran (kitab paling shahih/paling benar setelah Al-Quran). Kebanyakan orang juga sudah mengetahui bahwa kedudukan Shahih Bukhari lebih tinggi jika dibandingkan dengan Shahih Muslim. Hanya saja ada satu hal yang mungkin belum banyak diketahui oleh khalayak umum, “Mengapa Shahih Bukhari lebih unggul ketimbang Shahih Muslim?”. Hal inilah yang ingin kita paparkan dalam artikel yang singkat ini.

Tentu saja kedudukan Imam Bukhari sebagai guru Imam Muslim tidak serta-merta menjadikan karya Imam Bukhari lebih unggul dibanding karya Imam Muslim. Mungkin hal itu memang turut mempengaruhi penilaian para ulama terhadap Shahih Bukhari. Namun bukan itu yang menjadi barometer utama dalam perkara ini. Ada beberapa aspek yang menjadikan Shahih Bukhari lebih unggul jika dibandingkan dengan Shahih Muslim. Aspek-aspek tersebut antara lain:

Pertama: Di dalam Shahih Muslim terdapat 620 orang perawi yang riwayatnya tidak disebutkan dalam Shahih Bukhari. Dari 620 orang tersebut, terdapat 160 orang yang kredibilitasnya dipersilisihkan oleh para ulama. Adapun dalam Shahih Bukhari, terdapat 435 perawi yang riwayatnya tidak disebutkan dalam Shahih Muslim. Dari jumlah 435 tersebut, hanya 80 orang yang kredibilitasnya diperselisihkan oleh para ulama. Di sini tampak jelas bahwa perawi kontroversial yang ada dalam Shahih Bukhari jumlahnya lebih sedikit dibanding dengan jumlah yang ada dalam  Shahih Muslim. Hal ini menunjukkan bahwa Imam Bukhari lebih selektif dalam memilih jalur periwayatan.

Kedua: Imam Bukhari tidak banyak meriwayatkan hadis melalui jalur para perawi kontroversial yang ada dalam kitabnya. Berbeda dengan Imam Muslim. Dari 160 perawi kontroversial yang ada dalam kitabnya, Imam Muslim banyak menukil hadis-hadis yang datang melalui jalur mereka.

Ketiga: Kebanyakan perawi kontroversial yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari adalah guru-gurunya sendiri, yang pernah ia temui dan ia ketahui sendiri tingkat kredibilitas mereka. Berbeda halnya dengan para perawi kontroversial yang ada dalam Shahih Muslim, yang kebanyakan tidak sezaman dengan Imam Muslim.

Keempat: Dalam Shahih Bukhari, hadis-hadis yang diriwayatkan dari jalur para perawi kontroversial tersebut hanya dijadikan sebagai riwayat penguat, bukan sebagai riwayat utama. Sedangkan dalam Shahih Muslim, hadis-hadis yang datang dari jalur para perawi kontroversial diposisikan sebagai riwayat utama.

Kelima: Dalam hal ketersambungan sanad, Imam Muslim berpendapat bahwa riwayat mu’an’an [1] dianggap bersambung selama kedua perawinya sezaman dan ada kemungkinan untuk saling bertemu. Sedangkan Imam Bukhari tidak mau menerima riwayat mu’an’an tanpa ada bukti yang menunjukkan bahwa kedua perawinya pernah saling bertemu. Dalam perkara ini madzhab [2] Imam Bukhari sangat ketat jika dibandingkan dengan madzhab Imam Muslim. 

Setidaknya kelima poin di ataslah yang menjadikan Shahih Bukhari memiliki nilai plus melebihi Shahih Muslim. Hal ini bisa dirujuk dalam kitab Tahqiqur Raghbah yang ditulis oleh Dr. Abdul Karim Khudhair, salah seorang anggota Haiah Kibaril Ulama Saudi Arabia. Meski demikian, perlu kita catat baik-baik bahwa penilaian ini hanya bersifat global dan tidak terperinci. Artinya penilaian ini tidak menunjukkan bahwa setiap hadis yang tercantum dalam Shahih Bukhari lebih kuat dibanding hadis-hadis yang ada dalam Shahih Muslim. Terkadang hadis dalam Shahih Muslim bisa lebih kuat jika dibandingkan hadis-hadis Bukhari, hanya saja yang lebih kuat dalam Shahih Bukhari jumlahnya lebih banyak sehingga Shahih Bukhari diunggulkan atas Shahih Muslim. Wallahu A’lam.
______________
[1] Mu’an’an adalah sebuah riwayat yang dalam sanadnya terdapat lafal ‘an (عن). Dalam lafal ini ada indikasi ketidak-bersambungan sanad hadis (meski tidak selalu terbukti demikian). 
[2] Aliran atau haluan dalam hal teori atau pemikiran.

*Penulis adalah alumni Fakultas Hadits  dan mahasiswa Diploma Tinggi Lughawiyyat Universitas Islam Madinah, alumni PP. Al-Ishlah Lamongan, Jawa Timur.

Share:

8 komentar:

  1. izin ngeblok kemudian unduh artikel ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan lupa utk menyertakan website ini utk sumber

      Hapus
  2. makasih ustad untuk artikelnya. sangat membantu

    BalasHapus
  3. Muhammad Reza Noormajid11 Mar 2017 23.31.00

    Ustadz, mengapa ulama maghrib lebih memposisikan shahih muslim diatas shahih bukhari ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setidaknya ada dua hal yang membuat sebagian ulama mengunggulkan Shahih Muslim di atas Shahih Bukhari.
      1. Imam Muslim hanya mencantumkan hadis marfu' dalam kitabnya, sedangkan Imam Bukhari banyak mencantumkan hadis mauquf khususnya ketika membuat judul bab.
      2. Imam Muslim mengumpulkan hadis-hadis dengan matan yang sama namun sanadnya berbeda-beda di dalam satu bab yang sama, sedangkan Imam Bukhari meletakkannya terpencar-pencar dalam berbagai bab.

      Dari kedua alasan di atas, bisa disimpulkan bahwa keunggulan Shahih Muslim terletak pada sistematika penyusunan kitab.

      Hapus
  4. Alhamdulillah, membantu sekali untuk ujian.

    BalasHapus

Silahkan berikan komentar anda!


Official Website Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Cabang Madinah, Saudi Arabia. Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

IKPM Madinah Menggelar Kembali Turnament Sepak Bola

Madinah, Jumat/19 Oktober 2018. IKPM Madinah menggelar turnamen Futsal IKPM Madinah Cup yang diikuti oleh seluruh anggota IKPM Mad...

Google+ Followers