Segala macam info dan berita tentang studi di kota Madinah dan Ikatan Keluaga Pondok Modern Gontor Cab. Madinah

Minggu, 28 Desember 2014

Pendidikan Akhlak Menurut K.H. Imam Zarkasyi


Oleh: Azmi Syukri Zarkasyi, MA*

    

KH Imam Zarkasyi
      Sudah selayaknya sebuah institusi pendidikan Islam menjadikan akhlak di antara tujuan utama dari pendidikan yang dijalankannya. Gontor sebagai salah satu lembaga pendidikan  Islam di Indonesia, sudah menyadari pentingnya penanaman nilai-nilai akhlak kepada anak didiknya. Hal ini terlihat jelas dari pencanangan nilai akhlak sebagai bagian dari nilai-nilai yang ingin ditanamkan, di mana akhlak menempati urutan pertama sebagai salah satu kriteria dan sifat-sifat utama yang harus dimiliki oleh santrinya.


      K.H. Imam Zarkasyi sebagai salah satu pendiri Gontor telah lama menyadari akan pentingnya penanaman nilai-nilai akhlak sebagai salah satu solusi yang utama untuk permasalahan yang dihadapi pada masa itu, yang dikenal sebagai zaman kebangkitan dan perubahan. Dalam salah satu makalah yang disampaikan dalam sebuah seminar guru-guru agama, beliau menekankan akan pentingnya penanaman akhlak dalam diri setiap guru agama Islam. Beliau mengutarakan alasan mendasar akan kuatnya keterikatan agama Islam dengan nilai-nilai akhlak. Lebih dari itu, seorang pendidik sudah selayaknya menanamkan nilai-nilai tersebut dalam dirinya sendiri sebelum mengajarkannya kepada peserta didik.


      K.H. Imam Zarkasyi menganggap bahwa sumber nilai-nilai yang agung dari akhlak haruslah bersumber dari sumber rabbani, dalam hal ini Al-Qur’an dan Al-Hadist. Hal ini terlihat dari definisi akhlak, yang beliau nilai sebagai ilmu bertindak, atau pengetahuan tentang hal-hal yang menunjukkan kepada kita jalan yang baik untuk dapat hidup dalam masyarakat. Beliau juga menekankan, bahwa arti akhlak adalah petunjuk dan pedoman, yang harus diikuti dalam kehidupan. Pedoman-pedoman itu bagi umat Islam adalah pedoman yang diambil dari kitab suci Al-Qur’an dan Al-Hadist.


      Sebagai bentuk perhatian lembaga pendidikan yang beliau rintis terhadap pentingnya penanaman nilai-nilai akhlak, beliau menulis sebuah buku yang diberi judul “Etiquette” atau etika, dan dijadikan sebagai kurikulum tetap yang wajib dipelajari oleh santri-santrinya. Dalam hal ini, menteri agama pada masa itu Prof. Dr. Mukti Ali, memberikan apresiasi terhadap Gontor, sebagai lembaga pendidikan agama yang pertama kali mengkhususkan pelajaran akhlak sebagai salah satu kurikulumnya dalam tingkat nasional atau bahkan mungkin internasional.


      Apresiasi tersebut layak diperhitungkan karena berasal dari seorang profesor sekaligus menteri agama pada masa itu. Namun, yang lebih perlu diperhatikan adalah pengakuan terhadap peran dan perhatian Gontor terhadap pendidikan akhlak itu sendiri. Gontor sendiri memandang bahwa pendidikan akhlak sebagai bagian dari pendidikan kemasyarakatan, sehingga nilai-nilai yang diajarkan merupakan segala kebutuhan santri dalam menghadapi kehidupan bermasyarakat nanti. Dalam arti lain, Gontor merupakan lingkungan di mana santri belajar untuk bermasyarakat sebelum terjun dalam lingkungan masyarakat yang sesungguhnya.

___________________
Diambil dari blog pribadi penulis azmysz.blogspot.com

*Penulis adalah mahasiswa S3 Jurusan Tarbiyyah Islamiyyah Univ. Islam Madinah, alumni Gontor tahun 2004.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar anda!


Official Website Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Cabang Madinah, Saudi Arabia. Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

IKPM Madinah Menggelar Kembali Turnament Sepak Bola

Madinah, Jumat/19 Oktober 2018. IKPM Madinah menggelar turnamen Futsal IKPM Madinah Cup yang diikuti oleh seluruh anggota IKPM Mad...

Google+ Followers