Segala macam info dan berita tentang studi di kota Madinah dan Ikatan Keluaga Pondok Modern Gontor Cab. Madinah

Senin, 09 Februari 2015

IKPM Madinah Kunjungi Situs-situs Bersejarah di kota Madinah


MADINAH – Pada akhir pekan kemarin (Sabtu, 7/2/15), IKPM Madinah mengadakan rihlah tarikhiyah sekaligus siyahiyah ke beberapa situs bersejarah di kota Madinah. Rihlah ini dimulai dari pukul 9.30 pagi dan berakhir pada pukul 17.30 sore menjelang waktu Maghrib. Acara ini dirancang untuk diikuti oleh anggota IKPM dari angkatan mahasiswa baru yang datang pada pertengahan tahun 2014 kemarin. 

Rihlah diikuti oleh 17 orang anggota IKPM dari alumni PMDG dan alumni pondok alumni Gontor. Para peserta didampingi oleh mahasiswa-mahasiswa senior, juga ketua dan wakil ketua IKPM Madinah. IKPM menyewa dua unit mobil, masing-masing Hyundai H-1 dan Tucson untuk keperluan tur, yang dikendarai oleh Muhammad Ridwan Monteiro dan pembimbing IKPM Madinah, Ust. Jihaad Elbanna Quthuby, Lc. Biaya akomodasi diambil dari iuran peserta, ditambah dari kas IKPM.

Azzam Musoffa, wakil ketua IKPM Madinah bertutur tentang tujuan diadakannya acara ini, 
"Alhamdulillah, dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk menambah maklumat kawan-kawan tentang daerah yang sedang ia tinggali, baik itu menambah maklumat dari sisi sejarah ataupun sosial dan nilai pariwisata di Madinah ini".

Salinan naskah surat Nabi kepada Najasyi
di Museum Masjid Nabawi (doc. IKPM-M)
Adapun situs-situs yang dikunjungi meliputi Museum Masjid Nabawi di mana potongan-potongan naskah kuno dari zaman Nabi disimpan, serta foto-foto dan video dokumenter tentang perluasan Masjid Nabawi di zaman Raja Fahd bin Abdul Aziz rahimahullah; reruntuhan benteng seorang Yahudi pada zaman Nabi yang bernama Kaab bin Al-Asyraf, yang berhasil dibunuh oleh sekelompok sahabat karena dikenal permusuhannya yang kuat terhadap Nabi shallallahu alaihi wasallam dan kaum muslimin; Wadi Buthan yang pernah dipakai airnya untuk berwudhu oleh Nabi pada masa perang Khandaq, serta disebutkan dalam beberapa riwayat hadits bahwa ia adalah salah satu dari sungai di surga; serta bekas gunung berapi Madinah yang telah meletus pada tahun 654 H, yang dikabarkan bahwa gunung inilah yang dimaksud termasuk salah satu tanda kiamat.

Reruntuhan benteng Kaab bin Al-Asyraf
Rombongan juga mengunjungi Masjid Quba -yang merupakan masjid yang pertama dibangun dalam Islam- pada waktu shalat Zuhur. Salah satu keutamaan masjid ini adalah apabila ia kunjungi dalam keadaan bersuci pada hari Sabtu dan pengunjungnya melaksanakan shalat di dalamnya, ia akan mendapatkan pahala melaksanakan umrah, seperti yang disebutkan dalam hadits-hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Setelahnya, rombongan bertolak mengunjungi istana Urwah bin Zubair rahimahullah. Beliau adalah seorang tabi'i yang kaya raya, saudara sahabat Abdullah bin Zubair bin Awwam radhiyallahu anhuma, dan juga salah seorang dari tujuh fuqaha' kota Madinah yang termasyhur. Istana beliau ini terletak di tepi Wadi 'Aqiq (disebut juga wadi yang diberkahi) yang berjarak sekitar 3,5 KM dari Masjid Nabawi. Istana ini sedang dalam proyek pemugaran dan peremajaan oleh Badan Umum Pariwisata dan Situs-situs Arab Saudi. Ketika dikunjungi, dinding istana yang terbuat dari batu gunung dan tanah liat ini sedang diplester ulang dan dipasangi instalasi listrik. Komplek istana kuno selebar 30 M X 40 M ini meliputi bangunan utama, pagar batu, bangunan tambahan, serta sumur tua yang pernah terkenal kelezatan airnya sepanjang sejarah Madinah. 

Bekas gunung berapi Madinah, meletus tahun 654 H
Kemudian, rombongan menempuh perjalanan selama + 20 menit menuju ke Mantiqoh Baidho' di mana medan magnet dan peternakan unta berada. Medan magnet ini dikabarkan mampu mendorong mobil ke arah yang berlawanan, yaitu jika kecepatan mobil dinol-kan dalam perjalanan pulang dari daerah tersebut. Namun rombongan tidak sempat mencoba hal tersebut. Untungnya beberapa anggota IKPM sempat meletakkan sebotol penuh air di jalan yang sedikit menanjak, dan ternyata botol tersebut menggelinding ke arah yang berlawanan, yaitu ke arah jalan yang menanjak. Sepulangnya dari sana, rombongan singgah sejenak di peternakan unta, tempat mereka meneguk semangkuk susu murni yang diperas langsung dari unta seharga 5 SR.

Pada perjalanan pulang, rombongan gagal mengunjungi bi'r (sumur) Utsman bin Affan karena area sumur dan kebun yang mengelilinginya telah ditutup pada sore hari. Sumur ini dibeli oleh sahabat Ustman radhiyallahu anhu pada masa perang Khandaq untuk menyuplai kebutuhan air kaum muslimin pada masa perang tersebut.

Bagaimanapun juga, antusiasme peserta rihlah cukup bagus. Mereka tidak terlihat kelelahan meskipun telah mengalami perjalanan yang cukup panjang dari pagi hingga sore menjelang malam.

"Ajiib.. Kereen.. More than word lah pokoknya. Tapi waktunya kurang", tutur Fathi Mubarok, mahasiswa Fak. Dakwah dan Ushuluddin, salah satu peserta rihlah. (HASB)
Masjid Quba, masjid pertama dalam Islam

Di depan istana Urwah bin Zubair bin Awwam
Mantiqoh Baidho'

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar anda!


Official Website Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Cabang Madinah, Saudi Arabia. Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

IKPM Madinah Menggelar Kembali Turnament Sepak Bola

Madinah, Jumat/19 Oktober 2018. IKPM Madinah menggelar turnamen Futsal IKPM Madinah Cup yang diikuti oleh seluruh anggota IKPM Mad...

Google+ Followers