Segala macam info dan berita tentang studi di kota Madinah dan Ikatan Keluaga Pondok Modern Gontor Cab. Madinah

Rabu, 25 Oktober 2017

Kedatangan Warga Baru Hidupkan Gerakan Keilmuan IKPM Madinah.

IKPMMADINAH.COM, Madinah – Datangnya warga baru IKPM Madinah di kota Nabi membangkitkan kembali semangat gerakan keilmuan dari segenap warga alumni Pondok Modern di kota ini. Seiring dengan dimulainya tahun ajaran baru dan berakhirnya musim haji ini, para pengurus IKPM telah merancang beberapa program keilmuan bagi segenap warganya.
Kegiatan keilmuan yang pertama adalah kegiatan muroja’ah hafalan bersama. Beberapa anggota IKPM yang mempunyai keinginan kuat dalam memperkuat hafalan alqu’an mengikuti kegiatan ini dengan antusias dan bahkan menjadi penggerak dalam program ini. Di antara warga IKPM yang telah mengkhatamkan hafalan al-qur’annya sebagian adalah alumni LKID Wadi Mubarok Bogor, Yanbu’ul Qur’an Kudus, dan pondok lainnya. Saat ini, program ini diurus oleh al-ustadz Bahreiz Rizal Alim Al-Hafidz, alumni PM tahun 2012.
Kegiatan keilmuan selanjutnya adalah kajian matan Alfiyyah Ibnu Malik. Pensyarah dari matan dalam program ini adalah Al-Ustadz Nahidh Silmi, MA yang saat ini sedang menyelesaikan program doktoralnya di Fakultas Bahasa Universitas Islam Madinah. Kajian ini diadakan dua kali dalam seminggu.
Matan Alfiyyah Ibnu Malik sendiri adalah salah satu matan rujukan utama dalam ilmu tata bahasa arab (nahwu). Dimana hampir seluruh kaidah dasar ilmu tata bahasa aran terangkum dalam matan ini. Matan ini disusun oleh seorang ulama ahli tata bahasa bernama Abu ‘Abdillah Muhammad Jamaluddin Ibnu Malik. Matan ini berbentuk nazham yang terdiri dari 1002 bait. Oleh karena matan ini terdiri dari 1000 bait dan disusun olehnya, maka matan ini disebut Matan Alfiyyah Ibnu Malik.
Selanjutnya adalah kajian pekanan IKPM Madinah yang membahas kitab Al-Muqaddimah Al-Hadlramiyyah. Kitab ini merupakan salah satu yang membahas fiqh madzhab Syafi’i. Disusun oleh Al-faqih Abdullah Ibnu Abdurrahman Al-Hadlrami. Dalam kegiatan ini, pensyarah adalah Al-ustadz Nisfulail, Lc (Mahasiswa Magister Qism Fiqh UIM). (Ablado).
Kajian matan Alfiyyah bersama Al-Ustadz Nahidh Silmi, MA.

Kajian matan Muqaddimah Al-Hadhramiyyah bersama Al-Ustadz Nisfullail, Lc.

Share:

Futsal Bersama Warga Baru IKPM Madinah


IKPMMADINAH.COM, Madinah – Pada Kamis malam (19/10), alhamdulillah IKPM Madinah mengadakan kegiatan olahraga bersama dalam rangkaian acara penyambutan anak baru di Lapangan Futsal Wadi ‘Aqiq yang berlokasi di distirik Qiblatayn, sebelah distrik Al-Jameea. Sekitar empat puluh anggota IKPM hadir dalam kegiatan ini. Kegiatan berlangsung selama tiga jam. Dimulai dari selepas shalat maghrib hingga pukul 10.00 malam. Tujuan utama dari kegiatan ini bukanlah kemenangan dari tiap tim, melainkan silaturrahim yang akan mempererat hubungan antara anggota IKPM Madinah. (Ablado)

Share:

Kamis, 19 Oktober 2017

Penyambutan Warga Baru IKPM Madinah


IKPMMADINAH.COM, Madinah – Alhamdulillah pada Selasa malam (17/10) IKPM Madinah kembali mengadakan silaturrahim yang kali ini dalam rangka menyambut Mahasiswa baru Universitas Islam Madinah yang berasal dari alumni Pondok Modern. Silaturrahim ini dihadiri oleh beberapa mahasiswa senior dari dirasat-‘ulya. Diantaranya, Al-Ustadz Hudzaifah Maricar, Lc, Al-Ustadz Bunayya Fathi Rosyadi, Lc, Al-Ustadz Amin Mujahid, Lc, dan Al-Ustadz Umbu Aha. Silaturrahim ini diadakan di salah satu kamar mahasiswa di asrama kampus.

Jumlah mahasiswa baru dari alumni Pondok Modern adalah sebanyak 29 orang dari 302 orang mahasiswa baru Indonesia. Meskipun belum semua mahasiswa baru alumni Pondok Modern dapat hadir di pertemuan kali ini, lebih dari dua pertiga jumlahnya dapat menghadiri pertemuan ini.

Setelah acara dibuka dengan tilawah Al-Qur’an oleh Ust Ali Akbar, acara dilanjutkan dengan mudzakarah serta penyampaian nasehat dan arahan dari mahasiswa senior kepada juniornya. Itu juga salah satu tujuan dari diadakannya silaturrahim ini.

Beberapa poin nasehat yang disampaikan oleh para asatidz adalah:

Diterima berkuliah di Madinah adalah rahmat dan taufik dari Allah. Karena tidak semua yang mendaftar bisa diterima. Bahkan yang sudah hafal Al-Qur’an dan yang mampu menjawab semua pertanyaan saat tes bisa lulus. Maka wujudkan kesyukuran melalui belajar dengan sungguh-sungguh.

Ke Madinah apa yang kau cari ? Jadi perbaikilah niat dalam menuntut Ilmu di Kota Nabi. Karena keberadaanmu disini mendapatkan dua kemuliaan, kemuliaan menuntut ilmu dan kemuliaan berada di Kota Nabi.

Awali menuntut ilmu dengan niat ikhlas karena Allah. Karena tanpa keikhlasan semua amal adalah sia-sia.

Pandai-pandailah dalam memilih pergaulan. Karena, «Ash-shahibu sahib», teman itu menarik. Teman yang baik akan menarik kepada kebaikan dan teman yang buruk akan menarik kepada keburukan. Maka tak perlu punya sifat ikut-ikutan tanpa alasan.

Masa belajar di Madinah tidaklah lama. Kelak kau akan kembali ke kampung halaman. Maka manfaatkanlah waktu thalabul-‘ilmi semaksimal mungkin.

Hidupnya ilmu atau bermanfaatnya itu adalah dengan diulang-ulangnya. Maka tolak ukur keilmuan adalah dengan amalnya. 

Niatkan menuntut ilmu untuk beribadah. Dan beribadah itu sampai terpisahnya ruh dari badan.

Jiwa sosial yang sudah dimiliki harus senantiasa dipelihara agar tidak terkikis. Sehingga hubungan ukhuwwah dalam ta’awun senantiasa tetap terjaga.

IKPM hanya sekedar sarana dan bukan tujuan. Jika sarana menjauhkan dari tujuan utama maka tinggalkanlah sarana itu. Al-munazhzhamatu wasilah wa laisa-l-ghayah.

Jangan lupa mendoakan untuk kesembuhan teman/saudara yang sedang sakit, juga kelancaran urusan-urusan saudaranya.

(Ablado)

Share:

Official Website Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Cabang Madinah, Saudi Arabia. Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

13 Wisudawan Alumni Gontor Ikuti Wisuda ke-55 Universitas Islam Madinah

     Madinah- Universitas Islam Madinah (UIM) pada Rabu malam (27/2) mengadakan wisuda periode ke-55 tahun 1439-1440. Diantara 150 w...