Segala macam info dan berita tentang studi di kota Madinah dan Ikatan Keluaga Pondok Modern Gontor Cab. Madinah

Jumat, 01 Maret 2019

13 Wisudawan Alumni Gontor Ikuti Wisuda ke-55 Universitas Islam Madinah




     Madinah- Universitas Islam Madinah (UIM) pada Rabu malam (27/2) mengadakan wisuda periode ke-55 tahun 1439-1440. Diantara 150 wisudawan Indonesia, 13 diantaranya adalah alumni Gontor. Mereka adalah Muhammad Nishfullail, alumni Gontor angkatan 2005, S2 jurusan Fiqh; Husni Dzahaby, 2010, S1; Mohamad Iqbal Fatryo Putra, 2011, S1; Dani Ajrian Muchlasin, 2011, S1; Saukani Harahap, 2011, S1; Fadlurrahman Imam Sobari, 2011, S1; Muhammad Salim Khalili, 2011, S1; Abdul Hamid Raharjo, 2011, S1; Eko Kholistio Putro, 2012, S1; Abdul Khoir Rahmat, 2012, S1; Bambang Ridlo Pambudi Utomo, 2012, S1; Azka Islami, 2013, S1; Rifdy Izdihar Sofwan, 2013, S1. Beberapa diantara mereka tidak mengikuti acara tersebut dikarenakan mendapatkan tiket kembali ke tanah air beberapa hari sebelum acara dilaksanakan.
     Dikutip dari akun resmi Twitter Universitas Islam Madinah para wisudawan tahun ini berjumlah 2.894 wisudawan dari 111 negara. 2.150 diantaranya adalah wisudawan program S1, 105 wisudawan program Diploma, 417 wisudawan program S2, dan 222 wisudawan program S3.

      Wisuda periode ke-55 ini dihadiri oleh Gubernur Madinah, Faishal bin Salman beserta wakilnya Su'ud bin Khalid Al-Faishal. Turut hadir pula Bapak Direktur KMI Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Masyhudi Subari, MA. sebagai tamu VIP beserta Al-Ustadz Tauhid yang merupakan kawan KH. Masyhudi selama kuliah di Universitas Islam Madinah dan di Pakistan. [Azakirf]
Share:

Rabu, 27 Februari 2019

PELANTIKAN KETUA BARU IKPM MADINAH DIHADIRI BAPAK DIREKTUR KMI KH. MASYHUDI SUBARI

Ikrar Ketua Baru IKPM Cab. Madinah Arfeddin Hamas Khosyatulloh (kanan) dan Muhammad Arif Muhajir (kiri)

MADINAH—Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Darussalam Gontor Cabang Madinah kembali mengadakan acara pelantikan ketua baru pada Sabtu (23/2) malam. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan, mengingat moto pondok modern “Mau Dipimpin dan Siap Memimpin” dan “Patah Tumbuh, Hilang Berganti. Belum Patah Sudah Tumbuh, Belum Hilang Sudah Berganti”. Pelantikan ketua baru ini dihadiri bapak direktur KMI, Al-Ustadz KH. Masyhudi Subari, MA. yang pada waktu yang sama sedang berkunjung ke Madinah dalam rangka ibadah umrah. 

Pergantian pengurus ini diadakan di kediaman Al-Ustadz Ahmad Nahid Silmy, salah satu Mahasiswa Universitas Islam Madinah Alumni Gontor  angkatan 2002 yang saat ini sedang menempuh jenjang S3 jurusan Bahasa Arab. 

Kegiatan diawali dengan ramah tamah warga IKPM Madinah selepas shalat Maghrib berjama’ah. Acara inti dimulai selepas shalat Isya’, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Fakhrun Khair, alumni Gontor angkatan 2013 yang membacakan Surat An-Nisa’ ayat 59 dengan riwayat Warsy. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan ketua lama, Abdullathif Ar-Ridha, alumni Gontor angkatan 2012 disambung dengan sambutan perwakilan Majlis Syuro IKPM, Huzaifah Maricar, alumni Gontor angkatan 2007.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Pengurus IKPM lama, dan disambung dengan pelantikan ketua IKPM yang baru, yaitu Arfedin Hamas Khasyatullah, alumni Gontor angkatan 2015 sebagai ketua 1 dan Muhammad Arif Muhajir, alumni Gontor angkatan 2013 sebagaii ketua 2. Dalam sambutannya sebagai ketua baru, Hamas berharap pengurus IKPM yang baru ke depannya dapat bekerja sama satu sama lain.

Setelah pelantikan dan sambutan dari ketua baru, Al-Ustadz Masyhudi memberikan pesan dan nasehat kepada warga IKPM Madinah. Beliau memulai dengan bercerita kehidupannya sebagai mahasiswa di Universitas Islam Madinah selama 4 tahun, dari tahun 1981-1985, kemudian mengingatkan kembali warga IKPM Madinah tentang beberapa filsafat pondok modern, seperti “Ke Madinah, Apa yang Kau Cari?” dan menasehati bahwa apa yang sudah didapatkan selama di Gontor dari cara hidup dan belajar, hendaknya ketika sampai di Madinah ini supaya kembali diterapkan. Beliau juga menyampaikan salam dari Pimpinan Pondok dan beberapa Asatidz senior dan menyampaikan pesan mereka kepada warga IKPM Madinah. Kemudian, beliau mengakhiri nasehatnya dengan membaca doa.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dari pengurus lama kepada Al-Ustadz Masyhudi berupa buku Maqaamaatu-l-Haririy dan dilanjutkan dengan perfotoan bersama warga IKPM.

Oleh: Ilham Akbar Hidayatullah
Pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Fachrun Khoir dengan riwayat Warsy
Penyerahan kenang-kenangan dari IKPM Cab. Madinah
Pengurus lama menyerehakan laporan pertanggungjawaban
Perfotoan bersama setelah acara



Share:

Silaturahim dengan KH. Masyhudi Subari MA. dan Pelantikan Ketua Baru IKPM Cab. Madinah



   IKPMMADINAH.COM-Madinah, Sebuah kehormatan bagi seorang murid apabila dikunjungi oleh gurunya. Seperti itulah perasaan warga IKPM Cabang Madinah ketika bersilaturahim dengan ayahanda KH. Masyhudi Subari, MA -Direktur KMI di Pondok Modern Darussalam Gontor- yang  sedang melaksanakan ibadah umroh, dan sekaligus melantik ketua baru IKPM Cabang Madinah (Arfeddin Hamas Khosyatullah dan Muhammad Arif Muhir) untuk periode 1440-1441 H/ 2019-2020 M, Sabtu malam (23/2) di rumah kediaman al-ustadz Ahmad Nahidl Silmy, MA.

     Dalam kesempatan kali ini, beliau menyapaikan pesan dan nasihat serta pengalaman yang beliau rasakan selama menuntut ilmu di Madinah An-Nabawiyyah. Adapun yang beliau sampaikan kurang lebih tertera dalam poin-poin berikut:
  • Dulu pertama kali saya kesini 26 Desember 1981/Safar 1402. Berangkat dari Gontor di-Allahu Akbar-kan.
  • Ciri khas Gontor, dalam hal apapun pasti persiapan. Selalu ada pengarahan. Yang diarahkan pun sesuai dengan misi yang akan dibawa, waktu pengarahannya tepat, yang mengarahkan pun orang yang tepat, juga punya cara yang tepat.
  • Maka di Gontor tidak ada “Pantang Menyerah” atau “Pantang Tidak Tercapai”. Tidak pernah Gontor mengutus tanpa ‘senjata’, tanpa bekal.
  • Semakin benyak departemen (IKPM) semakin banyak kesempatan untuk berlatih.
  • Batang tubuh IKPM adalah untuk membantu anggota setempat. Fokusnya, IKPM Madinah membantu proses sukses dalam belajar.
  • Dari zaman Trimurti dulu betul bahwa, “Li kulli ro’sin ro’yun”. Berbeda namun tetap berada dalam kebersamaan.
  • Harus pandai siasat dan taktik. Kita harus punya prinsip.
  • Kalau di pondok, “Ke Gontor apa yang kau cari”. Di sini dibalik, “Ke Madinah apa yang kau cari”.
  • Kita disini melebur bersama jadi ukhuwwah. Tapi ada etika yang harus dibawa. Tetap murid harus menghormati guru. Disini saling menguatkan.
  • ‘Baju’ dari rumah tetap ‘dibawa’ tidak apa-apa. Tapi bukan untuk ‘dipamer-pamerkan’.
  • 2012 saya haji, 2013/2014 umroh, tapi baru kali ini kesempatan kumpul sama IKPM.
  • Dulu mukafa’ah 520. Dikurangi dapur 115. Ghoib satu hishoh dikurangi 8 sar.
  • Tahun 1984 ada gelombang jilbab di Indonesia. Disini kami sama pak Hidayat NW mau mengadakan diskusi pakai bahasa Inggris. Akan selalu tetap ada ‘mu’aridh’.
  • Hubungan Madinah-Gontor. Saya masuk alumni mutamayyizin. Salah kalua bangga, karena tanggung jawab makin besar.
  • Semua proses yang baik akan sampai pada target yang diinginkan.
  • Kita tahu bentuk gelas, kalau sudah keluar dari gelas. Kita kenal Madinah itu setelah keluar. Selama di dalam ya ga kenal.
  • Salam dari Bapak Pimpinan dan kepala-kepala Lembaga.
    • Pesan Pak Hasan; “Pandai-pandailah membaca situasi”.“Gerakan itu jelas. Jangan sampai kurang santun, kurang pandai komunikasi.”
    • Pesan Pak Syamsul; “Belajar dengan baik”
    • Pesan Pak Akrim; “Supaya kegiatan-kegiatannya IKPM bias dinikmati”
    • Pesan Pak Amal; “Pulang? Ke Unida!”
  • Tahun 1960, KMI belum punya sanad ilmu. 1963 didirikan PTD, dengan maksud semakin tinggi akademisi gurunya, semakin mampu menjelaskan ilmu pada santri.
  • Serendah-rendah manusia adalah yang ‘yabtaghi tsamanan bi ilmihi
    • Tulislah, sejauh itu yang baik.
    • Kebiasan itu membentuk jiwa.
    • Give, give, give! Tapi ‘faqidu syai’in laa yu’thi

    Oleh: Abdul Latif Ar-Ridho
    Share:

    Senin, 21 Januari 2019

    IKPM Madinah Tour: Badr & Yanbu'




    Foto bersama di padang pasir, Badr

    Oleh: Ibnu Taufiki     

         Bukti kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala berbagai macam adanya. Tak hanya terdapat dalam firman-Nya, ataupun Sunnah nabi-Nya, adapula yang dapat kita temukan diantara makhluk-Nya. Yang dapat kita ketahui dengan bertadabbur serta tafakkur, ketika menjumpai ayat-ayat ciptaan-Nya.

         Keluarga besar IKPM Madinah, berupaya mengajak seluruh anggota keluarga untuk bersama menela'ah kembali ayat-ayat tersebut. Pada hari Jum'at kemarin, rombongan IKPM mengadakan kunjungan ke daerah Badr dan Yanbu'. Setelah Shubuh, tepatnya pukul 07.30 WAS, rombongan bertolak menuju destinasi pertama, Badr. Di dalam bus, Ketua IKPM Madinah kembali mengingatkan, bahwa tujuan dari rihlah ini, adalah untuk bersama menelusuri ayat-ayat kekuasaan Allah. Sehingga dengan itu, bertambahlah keimanan, serta bertambah pula semangat para anggota IKPM dalam menempuh "perjalanan panjang" di kota Madinah. Menuntut ilmu.

         Sepanjang perjalanan, sesekali perwakilan dari asatidz dirosat ulya berdiri di bagian depan bus yang mengantarkan kami menuju tempat yang kami tuju; Menjelaskan tentang sejarah yang terjadi pada tempat tersebut.
        Tempat yang pertama rombongan lewati, adalah Bi'r Rawhaa'. Sumur yang terletak antara Madinah dan Badr, yang mana Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam pernah minum darinya. Dan sampai saat ini, sumur tersebut masih berada di tempatnya, tak lekang oleh zaman.

         Beberapa saat kemudian, rombongan IKPM Madinah tiba di destinasi pertama, Badr. Sejenak rombongan melewati makam para syuhada' Badr. Di dekatnya, terdapat tembok bertuliskan nama para sahabat yang gugur dalam perang tersebut.

         Ust Hudzaifah Maricar, Lc, salah satu Mahasiswa Program Pascasarjana di Universitas Islam Madinah menjelaskan, bahwa perang Badr merupakan salah satu perang besar yang langsung diikuti oleh Baginda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam.

    "Dalam perang ini, Allah menurunkan bala tentara yang tidak terlihat, yakni para malaikat-Nya. Terdapat dalam berbagai riwayat, bahwa beberapa sahabat melihat musuh-musuhnya telah terpotong tangannya, sebelum sahabat tersebut menghujamkan pedangnya. Adapula yang melihat kepala musuh telah terpenggal, sebelum sahabat tersebut menebasnya. MasyaaAllah." Ujar beliau.

    Ust Hudzaifah Maricar, Lc, menjelaskan tentang sejarah perang Badr
      
    Nama-nama syuhada Badr ridwanullahu 'alaihim
     Setelah Badr, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Yanbu', salah satu daerah di Saudi Arabia yang memiliki pantai indah. Di tengah perjalanan, kami meluruskan kaki sejenak di rangkaian gurun pasir. Bersama mendaki bukit pasir yang tak terlalu tinggi, namun cukup membuat segenap rombongan menguras keringat. Kemudian, mengambil beberapa foto, untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju tempat tujuan.

        Sampai di Yanbu', para personel IKPM Madinah langsung bergerak cepat. Tak ingin sia-siakan waktu, masing-masing sudah sibuk dengan kegiatannya. Sebagian besar, sigap menyiapkan alat-alat memasak. Berbagai makanan pun mulai disiapkan. Mulai dari yang digoreng, bakar, bahkan direbus, lengkap berkolaborasi dalam silaturahim kali ini. Tujuannya, agar tadabbur kali ini, dapat mempererat tali ukhuwwah yang telah terjalin antara keluarga besar IKPM Madinah. Sementara itu, teman-teman lainnya, bergerak menuju pantai, memanfaatkan waktu yang ada untuk menghirup vitamin sea yang terhampar sejauh mata memandang.

    Proses memasak dan memanggang ikan
    Tajammu'
    Futsal pantai
         Lepas Maghrib, rombongan keluarga besar IKPM Madinah, kembali bertolak ke kampus tercinta. Di tengah perjalanan pulang, rombongan disuguhi dengan nasehat serta pesan dan kesan dari para mahasiswa senior yang telah menyelesaikan studinya. Yang tak lama lagi, akan kembali ke tanah air. Melanjutkan misi dakwah di negeri Indonesia tercinta.

         "Berbanggalah akan program studi masing-masing. Perdalami pelajaran yang ada disana. Jangan sampai salah alamat. Yang lain di pelajari, dengan melupakan yang ada di prodi. Jangan sampai." Tutur Ust. Bambang Ridho, Lc.

         "Banyak kesan bersama IKPM yang tak kan terlupakan. Kami mohon do'a semoga dapat menambah masa belajar di Madinah." Ungkap ust Abdul Hamid, Lc. Saat ini, sedang menunggu pengumuman kelulusan program diploma di Universitas Islam Madinah.

    Perjalanan kali ini, usai pada pukul 22.30 WAS. Saat bus yang rombongan IKPM tumpangi, sampai dengan selamat di depan gerbang kampus.

         "Alhamdulillah kita dapat berkumpul dalam perjalanan ini. Semoga kita juga dapat berkumpul di surga-Nya suatu saat nanti. Aamiin." Tutur Ust. Abdullatif Ar-Ridha, S. Ag. -ketua Ikatan Keluarga Pondok Modern Darussalam Gontor, cabang Madinah- menutup IKPM Tour tersebut.

    Menikmati air pantai






    Share:

    Official Website Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Cabang Madinah, Saudi Arabia. Diberdayakan oleh Blogger.

    Cari Blog Ini

    13 Wisudawan Alumni Gontor Ikuti Wisuda ke-55 Universitas Islam Madinah

         Madinah- Universitas Islam Madinah (UIM) pada Rabu malam (27/2) mengadakan wisuda periode ke-55 tahun 1439-1440. Diantara 150 w...