Segala macam info dan berita tentang studi di kota Madinah dan Ikatan Keluaga Pondok Modern Gontor Cab. Madinah

Rabu, 27 Februari 2019

PELANTIKAN KETUA BARU IKPM MADINAH DIHADIRI BAPAK DIREKTUR KMI KH. MASYHUDI SUBARI

Ikrar Ketua Baru IKPM Cab. Madinah Arfeddin Hamas Khosyatulloh (kanan) dan Muhammad Arif Muhajir (kiri)

MADINAH—Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Darussalam Gontor Cabang Madinah kembali mengadakan acara pelantikan ketua baru pada Sabtu (23/2) malam. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan, mengingat moto pondok modern “Mau Dipimpin dan Siap Memimpin” dan “Patah Tumbuh, Hilang Berganti. Belum Patah Sudah Tumbuh, Belum Hilang Sudah Berganti”. Pelantikan ketua baru ini dihadiri bapak direktur KMI, Al-Ustadz KH. Masyhudi Subari, MA. yang pada waktu yang sama sedang berkunjung ke Madinah dalam rangka ibadah umrah. 

Pergantian pengurus ini diadakan di kediaman Al-Ustadz Ahmad Nahid Silmy, salah satu Mahasiswa Universitas Islam Madinah Alumni Gontor  angkatan 2002 yang saat ini sedang menempuh jenjang S3 jurusan Bahasa Arab. 

Kegiatan diawali dengan ramah tamah warga IKPM Madinah selepas shalat Maghrib berjama’ah. Acara inti dimulai selepas shalat Isya’, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Fakhrun Khair, alumni Gontor angkatan 2013 yang membacakan Surat An-Nisa’ ayat 59 dengan riwayat Warsy. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan ketua lama, Abdullathif Ar-Ridha, alumni Gontor angkatan 2012 disambung dengan sambutan perwakilan Majlis Syuro IKPM, Huzaifah Maricar, alumni Gontor angkatan 2007.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Pengurus IKPM lama, dan disambung dengan pelantikan ketua IKPM yang baru, yaitu Arfedin Hamas Khasyatullah, alumni Gontor angkatan 2015 sebagai ketua 1 dan Muhammad Arif Muhajir, alumni Gontor angkatan 2013 sebagaii ketua 2. Dalam sambutannya sebagai ketua baru, Hamas berharap pengurus IKPM yang baru ke depannya dapat bekerja sama satu sama lain.

Setelah pelantikan dan sambutan dari ketua baru, Al-Ustadz Masyhudi memberikan pesan dan nasehat kepada warga IKPM Madinah. Beliau memulai dengan bercerita kehidupannya sebagai mahasiswa di Universitas Islam Madinah selama 4 tahun, dari tahun 1981-1985, kemudian mengingatkan kembali warga IKPM Madinah tentang beberapa filsafat pondok modern, seperti “Ke Madinah, Apa yang Kau Cari?” dan menasehati bahwa apa yang sudah didapatkan selama di Gontor dari cara hidup dan belajar, hendaknya ketika sampai di Madinah ini supaya kembali diterapkan. Beliau juga menyampaikan salam dari Pimpinan Pondok dan beberapa Asatidz senior dan menyampaikan pesan mereka kepada warga IKPM Madinah. Kemudian, beliau mengakhiri nasehatnya dengan membaca doa.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dari pengurus lama kepada Al-Ustadz Masyhudi berupa buku Maqaamaatu-l-Haririy dan dilanjutkan dengan perfotoan bersama warga IKPM.

Oleh: Ilham Akbar Hidayatullah
Pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Fachrun Khoir dengan riwayat Warsy
Penyerahan kenang-kenangan dari IKPM Cab. Madinah
Pengurus lama menyerehakan laporan pertanggungjawaban
Perfotoan bersama setelah acara



Share:

Silaturahim dengan KH. Masyhudi Subari MA. dan Pelantikan Ketua Baru IKPM Cab. Madinah



   IKPMMADINAH.COM-Madinah, Sebuah kehormatan bagi seorang murid apabila dikunjungi oleh gurunya. Seperti itulah perasaan warga IKPM Cabang Madinah ketika bersilaturahim dengan ayahanda KH. Masyhudi Subari, MA -Direktur KMI di Pondok Modern Darussalam Gontor- yang  sedang melaksanakan ibadah umroh, dan sekaligus melantik ketua baru IKPM Cabang Madinah (Arfeddin Hamas Khosyatullah dan Muhammad Arif Muhir) untuk periode 1440-1441 H/ 2019-2020 M, Sabtu malam (23/2) di rumah kediaman al-ustadz Ahmad Nahidl Silmy, MA.

     Dalam kesempatan kali ini, beliau menyapaikan pesan dan nasihat serta pengalaman yang beliau rasakan selama menuntut ilmu di Madinah An-Nabawiyyah. Adapun yang beliau sampaikan kurang lebih tertera dalam poin-poin berikut:
  • Dulu pertama kali saya kesini 26 Desember 1981/Safar 1402. Berangkat dari Gontor di-Allahu Akbar-kan.
  • Ciri khas Gontor, dalam hal apapun pasti persiapan. Selalu ada pengarahan. Yang diarahkan pun sesuai dengan misi yang akan dibawa, waktu pengarahannya tepat, yang mengarahkan pun orang yang tepat, juga punya cara yang tepat.
  • Maka di Gontor tidak ada “Pantang Menyerah” atau “Pantang Tidak Tercapai”. Tidak pernah Gontor mengutus tanpa ‘senjata’, tanpa bekal.
  • Semakin benyak departemen (IKPM) semakin banyak kesempatan untuk berlatih.
  • Batang tubuh IKPM adalah untuk membantu anggota setempat. Fokusnya, IKPM Madinah membantu proses sukses dalam belajar.
  • Dari zaman Trimurti dulu betul bahwa, “Li kulli ro’sin ro’yun”. Berbeda namun tetap berada dalam kebersamaan.
  • Harus pandai siasat dan taktik. Kita harus punya prinsip.
  • Kalau di pondok, “Ke Gontor apa yang kau cari”. Di sini dibalik, “Ke Madinah apa yang kau cari”.
  • Kita disini melebur bersama jadi ukhuwwah. Tapi ada etika yang harus dibawa. Tetap murid harus menghormati guru. Disini saling menguatkan.
  • ‘Baju’ dari rumah tetap ‘dibawa’ tidak apa-apa. Tapi bukan untuk ‘dipamer-pamerkan’.
  • 2012 saya haji, 2013/2014 umroh, tapi baru kali ini kesempatan kumpul sama IKPM.
  • Dulu mukafa’ah 520. Dikurangi dapur 115. Ghoib satu hishoh dikurangi 8 sar.
  • Tahun 1984 ada gelombang jilbab di Indonesia. Disini kami sama pak Hidayat NW mau mengadakan diskusi pakai bahasa Inggris. Akan selalu tetap ada ‘mu’aridh’.
  • Hubungan Madinah-Gontor. Saya masuk alumni mutamayyizin. Salah kalua bangga, karena tanggung jawab makin besar.
  • Semua proses yang baik akan sampai pada target yang diinginkan.
  • Kita tahu bentuk gelas, kalau sudah keluar dari gelas. Kita kenal Madinah itu setelah keluar. Selama di dalam ya ga kenal.
  • Salam dari Bapak Pimpinan dan kepala-kepala Lembaga.
    • Pesan Pak Hasan; “Pandai-pandailah membaca situasi”.“Gerakan itu jelas. Jangan sampai kurang santun, kurang pandai komunikasi.”
    • Pesan Pak Syamsul; “Belajar dengan baik”
    • Pesan Pak Akrim; “Supaya kegiatan-kegiatannya IKPM bias dinikmati”
    • Pesan Pak Amal; “Pulang? Ke Unida!”
  • Tahun 1960, KMI belum punya sanad ilmu. 1963 didirikan PTD, dengan maksud semakin tinggi akademisi gurunya, semakin mampu menjelaskan ilmu pada santri.
  • Serendah-rendah manusia adalah yang ‘yabtaghi tsamanan bi ilmihi
    • Tulislah, sejauh itu yang baik.
    • Kebiasan itu membentuk jiwa.
    • Give, give, give! Tapi ‘faqidu syai’in laa yu’thi

    Oleh: Abdul Latif Ar-Ridho
    Share:

    Official Website Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Cabang Madinah, Saudi Arabia. Diberdayakan oleh Blogger.

    Cari Blog Ini

    Pesan Dan Nasehat Dalam Acara Silaturahim IKPM Dengan Bapak Pimpinan Gontor Beserta Rombongan Umroh Ramadhan Gontor

    Alhamdulillah sebuah kesyukruan dapat bercengkrama dengan Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor K.H. Syamsul Hadi Abdan yang se...